TUHAN ITU BAIK KEPADA SEMUA ORANG


TUHAN ITU BAIK KEPADA SEMUA ORANG[1]

(Mazmur 145:9-10)

” TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya, Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau”

Saudara yang kekasih….

Firman Tuhan yang kita renungkan pada akhir tahun 2009 ini adalah Tema Natal bersama Persekutuan Gereja-Gereja Se-Indonesia (PGI) dengan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI-Katolik). Tema ini juga yang diambil alih oleh BNKP menjadi Tema Umum Natal Se- BNKP.

Friman Tuhan ini adalah pergumulan seorang pemazmur yang juga merupakan seorang Raja di Israel yakni Daud. Sebelum dan selama dia menjadi Raja, banyak pergumulan, tantangan, penderitaan, cobaan yang dia hadapi. Namun satu hal yang dicatatnya bahwa ada seseorang yang selalu baik dan setia kepadanya yakni Tuhan sendiri.

Dalam kedua ayat ini  muncul beberapa pertanyaan adalah Siapakah yang baik? Apakah kebaikan yang diberikannya?, Siapa yang menerima kebaikan itu? Dan terakhir Apa serta bagaimana sikap yang menerima kebaikan itu?.

Saudara yang kekasih di dalam Kristus…

Saya yakin bahwa ada orang yang selalu baik bagi kita, seperti keluarga, teman dekat, teman sekerja bahkan orang yang tidak pernah kita kenal mau menolong kita. Persoalan dan pertanyaan yang muncul, sejauh manakah kebaikan mereka kepada kita?. Apakah selama-lamanya? Apakah terus menerus? Apakah setiap kita membutuhkan? Apakah semua orang?.

Dari pengalaman saya justru kebaikan di dunia ini terbatas baik dari segi waktu, ruang dan tempat. Misalkan saja setiap Orangtua ada batas baik kepada anaknya. Mis. Sampai pernikahan, atau mungkin sampai kematian. Teman dekat, selama kita baik dan bersama dia baik. Namun setelah itu kita akan berpisah. Teman sekerja, kita tidak selamanya bersama. Ada kalanya kita akan mutasi atau dipindahkan. Meskipun sekarang bisa berkomunikasi via telepon atau Hp, namun ya..kadang-kadang komunikasi juga mulai merenggang dan hilang.

Bahkan lebih parahnya lagi kebaikan orang tidak selama-lamanya.. Kebiasaan yang muncul adalah pada saat senang atau ada kebutuhan baru ada teman sehingga ada istilah seperti dikatakan Mbah Surip I Love U full, namun jika tidak ada lagi yang kita harapkan..ya maaf aja deh..(cuek aja lagi!, siapa lu, siapa gua!)

Saudara yang kekasih……….

Namun dalam Firman Tuhan ini, memberikan pelajaran berharga bagi kita bahwa ada seseorang yang selalu baik kepada kita yakni Tuhan sendiri. Namun seiring dengan kemajuan tekhnologi yang semakin canggih, Tuhan mulai dilupakan dan diganti dengan kebaikan dari alat-alat hasil tekhnologi itu sendiri bahkan menjadikannya sebagai berhala. Kepintaran manusia juga dijadikan sebagai allah. Namun Tuhan yang baik ini adalah pencipta langit bumi beserta segala isinya. Dia juga yang menciptakan manusia. Meski manusia selalu melupakan dia, namun kasih dan kebaikan-Nya kekal selama-lamanya. Ada pepatah dalam bahasa Indonesia, “kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalah”. Namun “kasih Tuhan sampai akhir zaman”.

Kebaikan apa yang diberikannya sehingga Tuhan berbeda dari ilah yang lain?. Selain Dia memberi nafas kehidupan yang selalu baru, Dia juga selalu menemani kita dalam setiap gerak langkah kehidupan. Dalam sukacita, Dia ingatkan kita untuk tidak jatuh dalam pencobaan dan mengucap syukur kepada-Nya. Namun dalam duka, Tuhan yang selalu memegang tangan sehingga kita tetap teguh menghadapi dunia ini.

Persoalah berikutnya adalah siapa yang menerima kebaikan itu? Dalam Firman Tuhan ini adalah kepada semua orang. Kepada setiap orang tanpa terkecuali…Tua-muda, kaya-miskin, orang batak, Nias, Menado, Ambon, semua sama. Herannya sekarang justru orang-orang bertengkar termasuk di gereja bahkan persekutuan Kristen. Karena jabatan, saling sikut. Persoalan tempat ibadah, jadi bertengkar..(gereja saya yang benar..) padahal persoalan iman adalah persoalan pribadi kita dengan Tuhan.

Tentu saja kita marah ketika seseorang yang telah kita bantu, namun dia melupakan kita. Atau ada seseorang yang telah kita pinjamkan barang sesuatu, namun tidak mengucapkan terimakasih kepada kita. Demikian juga dengan Tuhan, dengan kebaikan yang kita terima, tanggungjawab dari kita adalah dengan bersyukur dan memberi diri kita kepada-Nya (Roma 12:1).

Harapan kita di tahun baru adalah bagaimana hidup kita lebih baik dari kemarin. Mari kita mencatat dan mereka ulang kembali bagaimana kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita dan sekarang kita jadikan sebagai kekuatan dalam menghadapi masa depan. Terimakasih kita yang disertai penyerahan hidup kepada-Nya akan dijawab dengan berkat yang luar biasa di tahun mendatang (Mat. 21:22). Selamat menikmati kebaikan Tuhan…


[1]. Renungan ini juga pernah penulis sampaikan di beberapa tempat seperti Natal SMP Neg. 12 Jakarta, Selasa, 15 Desember 2009; Natal Komisi Pemuda BNKP Lahewa, 20 Desember 2009; Natal Komisi Pemuda Jemaat BNKP Lowalangida Zatulo, 27 Desember 2009; Natal Lingkungan Tuhemberua, 03 Januari 2010.

About these ads

One thought on “TUHAN ITU BAIK KEPADA SEMUA ORANG

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s