Arsip

Raker Pendeta BNKP 2013 Dihadiri 480 Pendeta

GUNUNGSITOLI, NBC — Pembukaan Rapat Kerja Pendeta Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) 2013 yang berlangsung di Gedung Teteholi Sekolah Tinggi Teologia (STT) Gunungsitoli, dibuka oleh Eporus Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, Selasa (26/2/2013) pukul 10.30. Pada raker ini hadir sebanyak 480 pendeta yang melayani di 1.108 jemaat di 57 resor di seluruh Indonesia.

Raker pendeta BNKP ini mengambil tema “BNKP Teguh dalam Perseketuan dan Menjadi Berkat Bagi Dunia” dengan subtema “Pendeta BNKP Berkomitmen Memperat Persekutuan dan Memberhasilkan PUPB Menujut Gereja yang Mandiri dan Diakonat.

Pemantauan NBC, pada pembukaan raker tersebut tampak hadir Bupati Nias Utara Edward Zega, Bupati Nias Sökhi’atulö Laoli, Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, serta calon gubernur Sumatera Utara Effendi. Beberapa politisi asal Nias, seperti Firman Jaya Daeli dan Yasonna Laoli, juga hadir dalam rapat kerja pendeta BNKP ini.

Menurut panitia, acara ini akan berlangsung hingga Kamis (28/2/2013). Agenda hari pertama adalah informasi arahan dan penggembalaan BPHMS BNKP. Setelah makan malam, ada motivasi pelayanan oleh motivator muda Eloy Zalukhu.

Pada hari kedua, Rabu, agenda raker adalah pemaparan Program Umum Pelayanan BNKP dan teknis operasionalnya,  tantang jawab penyakit sosial di wilayah Nias, serta pengaturan BNKP dan penjabarannya. Hari ketiga adalah diskusi kelompok dan evaluasi apa yang sudah dibicarakan. [KPZ]

Sumber http://www.nias-bangkit.com

BPHMS DAN BPMS BNKP PERIODE 2012-2017

Pada tanggal 03-08 Juli 2012 yang lalu, telah diadakan persidangan Majelis Sinode Ke-56 di Gereja BNKP Onolimbu, Kab. Nias Barat. Selain dari membicarakan  evaluasi sekaligus program pelaksanaan Tata Gereja 2007 dan Program Umum Pelayanan BNKP (PUPB) untuk 5 tahun ke depan, juga untuk memilih pimpinan BNKP periode 2012-2017, baik Badan Pekerja Harian Majelis Sinode (BPHMS) maupun Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) BNKP. Seluruh proses persidangan berjalan dengan baik dan menghasilkan pimpinan baru seperti yang namanya tertera di bawah ini. Selamat kepada mereka yang terpilih. Dukungan doa, pemikiran, dan semangat dari seluruh pelayan dan warga jemaat BNKP sangat diharapkan dalam merealisasikan visi dan misi BNKP serta untuk menjadi berkat dunia sekitarnya.

Dari ki-ka, Ephorus, Sekum dan BendumBPHMS BNKP Periode 2012-2017

  • Ephorus                    : Pdt. Tuhoni Telaumbanua, P.hD
  • Sekretaris Umum         : Pdt. Dorkas O. Daeli, M.Th
  • Bendahara Umum        : Pdt. Heluaro Zega, S.Th

BPMS BNKP Periode 2012-2017

  1. Pdt. Otoriteit (Ritter) Dakhi, M.Si (Ketua BPMS/Unsur Pendeta)
  2. Pdt. Tuhoni Telaumbanua, P.hD (Ephorus/Unsur Pendeta)
  3. Pdt. Dorkas Orienti Daeli, M.Th (Sekum/Unsur Pendeta)
  4. Pdt. Heluaro Zega, S.Th (Bendum/Unsur Pendeta)
  5. Pdt. Bewamati Zega, M.Th (Unsur Pendeta)
  6. Pdt. Evilina Hulu, M.Th (Unsur Pendeta)
  7. Pdt. Yamamoni Laoli, S.Th (Unsur Pendeta
  8. Gr. Jem. Elitinus Hura (Resort 04/Unsur Guru Jemaat)
  9. Gr. Jem. S. Lase (Resort 35/Unsur Guru Jemaat)
  10. SNK. Martinus Lase, MSP (Unsur Satua Niha Keriso/Anggota BPMS 2002-2007/Sekarang Walikota Gunungsitoli)
  11. SNK. Lazarus Duha (Resort 38/Unsur Satua Niha Keriso)
  12. SNK. Elkarya Wa’u, S.H (Resort 10/Unsur Satua Niha Keriso)
  13. SNK. Yusman Zega,  (Resort 1/Unsur Satua Niha Keriso)
  14. SNK. Ato Daeli (Unsur Satua Niha Keriso)
  15. Edward Zega, BSc (Resort 43/Unsur Warga Jemaat/Sekarang Bupati Nias Utara)
  16. Sokhiatulo Laoli, M.M (Anggota BPMS 2007-2012/Unsur Warga Jemaat/Sekarang Bupati Nias)
  17. Sudirman Halawa, S.H (Resort 42/Utusan Warga Jemaat)
  18. Siti Karya Halawa (Resort 24/Utusan Perempuan)
  19. Metiyarni Zamili (Resort 08/Utusan Perempuan)
  20. Desman Nazara (Resort 34/Utusan Pemuda)
  21. Amurisi Ndraha, M.Pdk (Resort 03/Utusan Pemuda)

Dihadiri Sekira 10 Ribu Masyarakat Nias Menteri Agama RI Resmikan Pembukaan Persidangan Majelis Sinode BNKP Ke-55 di TD Pardede Hall

Berita Utama, Harian Sinar Indonesia Baru by Redaksi on Juni 28th, 2010

(Dirjen Bimmas Kristen Kementerian Agama RI DR Yason Lase MA memukul gong dibukanya Persidangan Majelis Sinode ke-55 BNKP, Minggu (27/6) di TD Pardede Hall Medan. Tampak mendampingi Ketua Umum Panitia Drs Penyabar Nakhe, Ketua PGI Pusat Pdt DR AA Yewangoe, Ephorus BNKP Pdt Kalebi Hia MTh, Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM, sejumlah Kepala Daerah di Kepulauan Nias dll) (Foto SIB/ Horas Pasaribu)

Medan (SIB)

Menteri Agama RI Drs Surya Dharma Ali diwakili Dirjen Binmas Kristen DR Yason Lase MA meresmikan pembukaan Persidangan Majelis Sinode Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNK) ke 55 ditandai dengan pemukulan gong yang sebelumnya pembukaannya dilakukan Ephorus BNKP Pdt Kalebi Hia MTh di TD Pardede Hall Medan, Minggu (27/6).

Acara pembukaan persidangan yang untuk pertama kalinya dilakukan di luar Nias setelah 54 kali persidangan dilakukan di dataran Nias itu dihadiri sekira 10 ribu masyarakat Nias di Medan, Nias dan daerah lainnya serta para pejabat pusat, Sumut maupun dari Nias, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Pejabat yang hadir itu diantaranya Gubsu Syamsul Arifin SE, Ketua DPRDSU H Saleh Bangun, Ketua Umum PGI Pusat Pdt Dr AA Yewangoe, mewakili persekutuan gereja di Asia (UEM Asia) Sonya Parera mantan Ephorus HKBP Pdt DR SAE Nababan, Ketua Umum PGI Sumut diwakili JA Fernandus (ketua I) bersama Sekum Pdt Dr Langsung Sitorus, Bupati/Walikota dari 4 Kabupaten di Nias dan Walikota Gunung Sitoli, anggota DPD Parlindungan Purba SH, tokoh masyarakat Nias Firman Jaya Daely, Ka Kanwil Kementrian Agama Sumut diwakili Binmas Kristen Drs Hasudungan Simatupang MPd, anggota DPRDSU asal Pemilihan Nias dan Nias Selatan, anggota DPRD dari Nias.

Pembukaan persidangan yang mengangkat thema “Tuhan bekerja mendatangkan shalom bagi semua orang untuk membangun persekutuan yang kokoh demi pertumbuhan gereja-Nya” serta sub thema “Dengan semangat persaudaraan sejati di dalam Kristus, BNKP terpanggil mengokohkan persekutuan yang indah dan tersusun rapi dalam menunaikan tugas panggilan kepada semua orang dan segala makhluk” tersebut berlangsung meriah diisi dengan berbagai seni budaya Nias seperti tarian Moyo. Pejabat yang datang disuguhi atraksi lompat batu (hombo batu) dibawakan putra-putra Nias dari Furai pimpinan mantan anggota DPRDSU Aliozisokhi Fau SPd.

Selain itu para peserta dan undangan yang hadir juga disuguhi pagelaran operet yang menceritakan bagaimana kondisi masyarakat Nias dahulu hingga masuk perkabaran Injil yang disampaikan Deninger seorang berkebangsaan Jerman 27 September 1865 serta penampilan paduan suara consolatio. Susunan dan tampil acara apik dan menarik yang dikemas panitia tersebut berulang kali mendapat sambutan dan tepuk tangan berulang dari para hadirin.

Menteri Agama RI Surya Dharma Ali dalam sambutannya yang dibacakan Yason Lase mengharapkan, pelaksaan persidangan sinode jangan dijadikan untuk rehat dari tugas-tugas yang ada, tetapi untuk mengevaluasi tugas-tugas yang sudah dilakukan dan menetapkan program kerja ke depan sebagai bentuk sumbangsih gereja BNKP kepada bangsa dan negara. BNKP katanya telah memberikan kontribusi dalam kehidupan keagamaan dan menyelesaikan permasalahan yang muncul di tengah-tenagh masyarakat. Diakhir sambutannya Menteri Agama menyampaikan beberapa pesan diantaranya agar mengimplementasikan visi dan misi organiasi gereja di tengah-tengah masyarakat, gereja harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan agara terpelihara dengan baik diantara sesama umat beragama, gereja harus memberikan pembinaan moral, etika, akhlak kepada generasi muda sebagai penerus bangsa sehingga terhindar dari degradasi moral.

Sementara Gubsu Syamsul Arifin dalam sambutannya mengatakan, Nias yang saat ini telah dimekarkan menjadi 4 kabupaten dan 1 kota seperti seorang gadis yang baru tumbuh dan ingin didekati banyak orang. Untuk itu Gubsu mengingatkan seluruh kepala daerah di Nias agar mengelola Nias secara baik dan professional serta dekat kepada Tuhan. Dalam pelaksanaan persidangan Majelis Sinode, Gubsu mengajak seluruh tokoh-tokoh agama Nias harus saling bahu membahu bersama-sama dengan pemerintahnya. Menurut Gubsu, kondisi tetap aman karena peran serta para tokoh-tokoh agama. “Kita boleh berbeda-beda, suku, agama, ras, tetapi tetap dalam satu bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Gubsu. Seperti selalu disampaikan dalam sambutannya pada sejumlah acara kegiatan keagamaan Kristen lainnya, pada acara itu Gubsu juga berpesan kepada seluruh masyarakat Nias agar jangan menjadi seperti Judas yang menghianati pemimpinnya, tetapi jadilah seperti Daniel, meskipun dimasukkan ke dalam kandang singa tetapi singa tersebut berhasil ditaklukkannya. “Kalau ada orang yang berbuat jahat kepada kita, ataupun tak senang dengan perbuatan baik yang kita lakukan, ada satu yang harus kita ingat perkataan Tuhan Yesus “ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuatan”, kata Gubsu.

Ketua Umum PGI Pusat dalam sambutannya mengatakan, tugas gereja sangat kompleks di tengah-tengah masyarakat, dan harus turut serta memperjuangkan berbagai hal diantaranya memperjuangkan masyarakat sipil society sehingga adanya keseimbangan antara negara dan masyarakat, memperjuangkan demokrasi, memperjuangkan tegaknya hukum dan keadilan.

Sementara perwakilan dari UEM Asia Sonya Parera dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan persidangan sinode patut dicatat dalam sejarah karena pertama kali dilaksanakan di luar Nias. BNKP yang sekarang ini telah mengalami perubahan dibandingkan pada tahun 1995 lalu. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, tangan Tuhan senantiasa dan selalu menopangnya.

Sebelumnya Ketua Umum Panitia Drs Penyabar Nakhe dalam sambutannya mengatakan, pengangkatan thema persidangan sinode itu mengundang makna akan eratnya hubungan secara vertikal antara kasih Allah sang pencipta semesta alam kepada dunia dan isinya, terutama kepada umatnya manusia untuk melaksanakan kehidupan yang berkenan kepadaNya.

Suasana kebersamaan acara pembukaan itu, katanya memiliki makna buat gereja dan warga BNKP agar semakin dikenal di Sumatera Utara bahwa di Indonesia meskipun kepulauan Nias sudah dikenal dalam pemerintahan di Indonesia dan internasional karena digoncang gempa dhasyat 28 Maret 2005 lalu yang sering disebut “sengsara membawa nikmat”.
Menurutnya, pelaksanaan persidangan majelis sinode BNKP ke-55 tahun 2010 efektif dilakukan pada 28 Juni hingga 2 Juli 2010 di Hotel Danau Toba Medan yang dihadiri sekira 500 peserta dengan tujuan yang akan dicapai “Dewasa dalam iman, tertata dalam organisasi dan mandiri dalam misinya.

Sebelum acara pembukaan secara nasional, terlebih dahulu dilaksanakan kebaktian raya. Pdt DR SAE Nababan dalam khotbahnya mengatakan, iman percaya kita harus senantiasa bertumbuh dan menjadi dewasa seperti yang diharapkan Tuhan Yesus Kristus. Iman yang bertumbuh itu katanya dapat menghasilkan buah. “Tanda-tanda iman yang bertumbuh memiliki panca indera yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik”, katanya. Menurutnya, kedewasaan dan pertumbuhan iman tersebut sangat diperlukan dalam organisasi gereja dan merupakan dasar dari kemandirian. Dengan kata lain, kemandirian adalah kunci bahwa gereja itu sudah bertumbuh dalam iman dan tertata dalam organisasi.

Sementara Ephorus BNKP Pdt Kalebi Hia MTh dalam sambutan dan penggembalaan BPHMS BNKP mengatakan, pelaksanaan persidangan majelis sinode ke 55 tahun 2010 ini merupakan peristiwa penting dalam sejarah BNKP. Sebab sejak zaman zending dan setelah BNKP berdiri, baru pertama kali dilaksanakan di luar pulau Nias yakni di kota Medan. Tujuannya bukan untuk unjuk kehebatan, dan bukan sekedar menghambur-hamburkan apalagi untuk sekedar jalan-jalan.

Persidangan kali ini katanya untuk menyadarkan kita diantaranya bahwa meskipun BNKP bercirikan gereja suku, tetapi tidak terkurung hanya dalam kepulauan Nias, melainkan telah menyebar di berbagai pelosok tanah air. Konteks perjuangan BNKP dan pelayanan BNKP tidak hanya kepulauan Nias, melainkan konteks ke-Indonesiaan, bahkan konteks dunia yang telah dan terus menglobal dalam segala dimensi kehidupan manusia. (M-14/g)

http://hariansib.com/?p=128254

Ribuan Umat Hadiri Acara Pembukaan Persidangan Majelis Sinode BNKP Yang Ke-55 2010

Oleh : James P Pardede | 28-Jun-2010, 13:00:29 WIB


KabarIndonesia – Pembukaan Persidangan Majelis Sinode atau sinode kerja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) yang ke-55 digelar di Pardede Hall Medan, Minggu (27/6) dan dilanjutkan dengan sinode kerja di Hotel Danau Toba sampai 2 Juli 2010 mendatang. Sinode kerja ini, seperti disampaikan Ephorus BNKP Pdt Kalebi Hia MTh adalah sinode pertama digelar di luar Pulau Nias.

Ephorus Pdt Kalebi Hia MTh saat menyampaikan hal tersebut didampingi Ketua Panitia Persidangan Majelis Sinode Drs. Penyabar Nakhe, Ketua II Ir. Sudirman Halawa SH, Ketua III Drs Edward Zega, Steering Comitte H Harefa S, Sekretaris SNK. Kasiria Gea,SE serta unsur panitia lainnya pada saat persiapan terakhir di gedung Pardede Hall Medan, (26/6).

Persidangan mengambil tema “Tuhan bekerja mendatangkan Shalom bagi semua orang, untuk membangun persekutuan yang kokoh demi pertumbuhan gereja-Nya ( Roma 8 : 28; Efesus 4 : 16)” dan sub tema ‘Dengan semangat persaudaraan sejati di dalam Kristus, BNKP terpanggil mengokohkan persekutuan yang indah dan tersusun rapi dalam menunaikan tugas panggilan kepada semua orang dan segala mahluk’.

Pada acara pembukaan tamu tisambut dengan tari perang Fualo,Sioligo, Hiwo dan Hombo Batu (lompat batu), sementara di dalam gedung tamu disambut Fangowai dan Famee Afo atau kerap juga disebut dengan sekapur sirih.

Ribuan umat jemaat Gereja BNKP hadir pada acara ibadah raya pembukaan Persidangan Majelis Sinode ke-55 BNKP, Minggu (27/6) di TD Pardede Hall Medan dengan Pengkhotbah Pdt DR SAE Nababan.

Setelah ibadah dilanjutkan dengan acara nasional pembukaan Persidangan Sinode oleh Menteri Agama yang diwakili oleh Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI DR Yason Lase MA.

Menurut Tokoh Budaya Nias Tengah Ir AR Zega, selain penghormatan kepada tamu di luar gedung, sesampai di tempat duduk, para tamu juga mendapat sambutan salam adat yang dipersembahkan lewat tari Fangowai dan tari Famee Afo (Sekapur Sirih).

Dalam adat di Nias sirih lebih berharga dari emas dan perhiasan lainnya, kalau tamu kehormatan tidak disuguhi sirih itu sama saja tidak punya adat. Ephorus BNKP Pdt Kalebi Hia MTh kepada wartawan mengatakan, tujuan Persidangan Sinode supaya nama Tuhan dipermuliakan, BNKP mampu berbuat di tengah-tengah bangsa. BNKP juga harus mampu menjalin kebersamaan dalam oikumenis,mau melakukan misinya, tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kita berharap, sinode ini harus bisa jadi berkat bagi orang lain, adapun sasarannya adalah untuk lebih dewasa dalam iman, tertata dalam organisasi dan mandiri dalam menjalankan misi,” katanya.

Setelah dibuka secara resmi, persidangan majelis akan dilanjutkan di Hotel Danau Toba sampai 2 Juli mendatang. Lebih lanjut Pdt Kalebi Hia mengatakan bahwa hal-hal yang dibahas dalam persidangan adalah laporan badan Pekerja Harian Majelis Sinode (BPHMS) yang telah bertugas selama kurang lebih 2,5 tahun.

“Laporan tersebut akan diba¬has dalam persidangan, kemudian dievaluasi dan dinilai sudah sejauh mana tugas-tugas yang dilaksanakan BPHMS, apa yang belum dilaksanakan dan apa saja yang akan dijalankan ke depan,” tegasnya.

Persidangan Majelis juga mengevaluasi Tata Gereja dan peraturan-peraturan BNKP. Peraturan dan struktur baru selama 2,5 tahun tersebut apakah sudah diimplementasikan ke seluruh jemaat.

“Lewat persidangan majelis ini, BNKP akan membuat rencana strategi program umum pelayanan yang mau dikerjakan seperti program tahunan karena Sinode ini adalah Sinode Kerja,” tandas Ephorus.

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=19&jd=Ribuan+Umat+Hadiri+Acara+Pembukaan+Persidangan+Majelis+Sinode+BNKP+Yang+Ke-55+2010&dn=20100628085331

Sinode BNKP ke-55 Dibuka di Medan

Harian Sumut Pos,  Sunday, 27 June 2010

MEDAN-Persidangan Majelis Sinode Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Ke-55 akan dibuka oleh Gubsu H Syamsul Arifin, SE di TD Pardede Hall Medan, Minggu (27/6). Puluhan ribu warga jemaat BNKP akan mengadakan ibadah raya menjelang pembukaan pukul 14.00 WIB.

Ibadah dipusatkan di TD Pardede Hall Medan dengan Pengkhotbah Pdt DR SAE Nababan—Presiden Gereja se-Dunia. Ibadah raya dan pembukaan Sinode akan dihibur artis rohani Kristen Ibukota.
Acara ini akan dihadiri oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Dr AA Yewangoe,  Gubsu H Syamsul Arifin, SE, Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, sejumlah Pimpinan Gereja di Sumut dan mitra BNKP dari luar negeri.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Umum Panitia Drs Penyabar Nakhe dalam temu persnya didampingi oleh Ephorus BNKP Pdt Kalebi Hia, MTh, Sekretaris Umum Aturkian Lase, MTh dan Bendehara Umum Pdt B Zega, MTh.  Ketua II Panitia Ir Sudirman Halawa, SH dan Ketua FURAI Nias Aliozisokhi Fau SPd di Pardede Hall, Sabtu (26/6).

Ephorus BNKP Pdt Kalebi Hia, MTh menambahkan, Persidangan Majelis Sinode Gereja BNKP Ke-55 pertama sekali digelar di luar Pulau Nias. Sinode BNKP sangat strategis dalam menentukan masa depan BNKP 7 tahun ke depan. Sinode bertujuan agar BNKP tertata dalam organisasi dan mandiri dalam misi mengabarkan injil. Sekaligus mendorong  BNKP  melakukan yang terbaik bagi gereja, masyarakat, bangsa dan negara.

Sebagai tuan rumah diimbau pada seluruh jemaat Gereja BNKP se Resort 42 dan Resort 43 agar menghadiri ibadah raya dan pembukaan Sinode BNKP. Pembukaan Sinode akan dimeriahkan oleh tari perang dan Loncat Batu dari FURAI Nias untuk menyambut para tamu yang datang. Setelah pembukaan Persidangan, Sinode dilaksanakan 28 Juni sampai 2 Juli di HDTI Medan. (rahel sukatendel)

http://www.hariansumutpos.com/2010/06/sinode-bnkp-ke-55-dibuka-di-medan.html

PERSEKUTUAN PENDETA BNKP SE-RESORT 45 JAKARTA

Hari Senin, 26 April 2010 berlangsung Persekutuan Para Pendeta BNKP Se-Resort 45 Jakarta. Pertemuan ini mengambil tempat di gedung gereja Jemaat BNKP Depok.  Pertemuan ini berlangsung sekali dalam 2-3 bulan yang telah dimulai pada Mei 2009 yang lalu. Pertemuan ini selain untuk mempererat tali persekutuan dan persaudaraan di antara Pendeta se-Resort BNKP 45 Jakarta, juga menjadi wadah sharing bersama tentang kondisi pelayanan di tempat masing-masing bertugas; dan pada akhirnya saling mendoakan untuk menguatkan dalam pelayanan.

Pertemuan ini diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Vikar Emanuel Zebua, S.Th (Vikar Pos Pelayanan “Filadelfia” Cimahi). Renungan diambil dari Efesus 3 dimana Vikar Emanuel menegaskan bahwa dalam melayani Tuhan selalu ada tantangan dan hambatan yang dialami. Namun, marilah kita belajar kepada Rasul Paulus dimana selalu berpegang teguh kepada Yesus dan berharap kepada-Nya melalui doa. Selain itu Vikar Emanuel mengajak semua yang hadir untuk menjadi teladan dan membawa berkat buat jemaat.

Pada kesempatan ini, juga menjadi awal perkenalan Pdt. Juliman Harefa, M.Div, Th.M kepada seluruh Pendeta se-Resort 45 BNKP Jakarta. Pdt. Juliman Harefa baru dilantik menjadi Praeses Devinitiv oleh Ephorus BNKP pada hari Minggu, 25 April 2010 di Jemaat BNKP Depok. Selama ini Praeses dipegang oleh Plt. Pdt. Ts. Daeli (Pendeta Jemaat BNKP Jakarta).  Pdt. Juliman Harefa dalam perkenalannya mengajak semua para Pendeta se-Resort 45 untuk bergandengan tangan dan saling mendukung dalam menunaikan tugas pelayanan. Lebih lanjut Pdt. Juliman mengatakan, ‘saya adalah orang baru disini, untuk itu saya perlu belajar dari rekan sepelayanan yang ada di Resort 45 ini. Mari kita sharing bersama demi kemajuan pelayanan”.

Selain perkenalan Praeses baru, pertemuan ini juga menjadi perpisahan bagi Pdt. Aro Bll, M.Div yang akan menerima tugas baru sebagai Pendeta Resort 43, Medan. Pdt. Aro Bll yang selama ini menjadi Pendeta Jemaat BNKP Depok, mengungkapan ucapan terimakasih atas  dukungan yang diberikan. Sementara itu mewakili seluruh pelayan se-Resort 45, Pdt. Ts. Daeli (Pendeta Jemaat Jakarta) mengucapkan selamat jalan dan selamat memulai tugas baru yang lebih berat. “Harapan kami bersama, Pdt. Aro Bll juga sukses di tempat pelayanan yang baru seperti di wilayah pelayanan BNKP Jakarta selama ini”, ujar Pdt. Ts. Daeli.

Pertemuan ini selain dihadiri oleh Praeses baru, juga dihadiri oleh sebagian Pendeta dan keluarga se-Resort BNKP 45 seperti Pdt. B. Tafona’o (Jemaat “Marturia” Bekasi), Pdt. Mistariani Zega (Jemaat Tangerang), Pdt. Amani Melinda Gulo (Jemaat Bogor), Pdt. Aminudin Waruwu (Jemaat Cikarang), Pdt. Perlindungan Zebua (Jemaat Cimahi). Sementara itu Pdt. Iberia Harefa (Jemaat Bandung), Pdt. Yuliwati Lase (Jemaat Surabaya) dan Pdt. Mashati Harefa (Jemaat Syalom, Cileduk) tidak dapat hadir karena ada pelayanan yang tidak dapat dihindari. Juga hadir Pdt. Gustav Harefa (studi lanjut), Vikar Emanuel Zebua (Vikar Pos Pelayanan Cileungsi), serta Mahasiswa Praktet dari STT Cipanas, Bertha Daeli dan Ohan Gaho.

Acara ini diakhiri dengan jamuan kasih bersama yang dihadiri oleh Ketua BPMJ BNKP Depok (A. Karunia Daeli) sebagai tuan rumah dan SNK. A. Dian Daeli (Anggota Majelis BNKP Depok). gh24

IBADAH PASKAH SEKALIGUS PELETAKAN BATU I GEDUNG GEREJA BNKP TANGERANG, MINGGU, 04 APRIL 2010

Pdt. Gustav G. Harefa, Berdoa SyafaatBertepatan dengan Hari Raya Paskah, Minggu, 04 April 2010, Jemaat BNKP Tangerang mengadakan kebaktian Minggu sekaligus mengadakan peletakan batu pertama gedung gereja yang baru. Kegitan ini dilaksanakan di tempat ibadah yang selama ini ditempati. Ibadah yang dipimpin oleh Liturgos SNK. A. Wijes Gulö, dengan pengkhotbah Pdt. Gustav Harefa. Dalam khotbahnya yang diambil dari Lukas 20:1-10, Pdt. Gustav Harefa menekankan bahwa dengan kebangkitan Yesus menjadi moment bagi kehidupan manusia untuk bangkit bersama Kristus dalam segala bidang, hidup di dalam Kristus dan akhirnya menjadi saksi Kristus di dalam dunia. Secara khusus dalam proses peletakkan batu pertama Jemaat BNKP Tangerang, Pdt. Gustav Harefa menghimbau agar dengan kebangkitan Kristus yang telah mengalahkan kuasa kegelapan dan menjadi jalan pendamaian Tuhan dengan manusia, menjadi “alat” kebangkitan Jemaat Tuhan di BNKP tanggerang dalam bersatu membangun rumah Tuhan sebagai tempat persekutuan.Untuk melayani Tuhan, jangan kita melihat untung-rugi!. Jika untuk kehidupan di dunia ini, kita berani mengeluarkan materi sebanyak mungkin hanya untuk kesenangan sesaat, apakah kita juga tidak berani mengeluarkan apa yang ada pada kita untuk Tuhan”?. Lanjut Pdt. Gustav Harefa dalam khotbahnya.

Jemaat Tekun BeribadahIbadah yang dihadiri kurang lebih 400-an warga Jemaat BNKP Tangerang ini, lebih banyak dari biasanya) dimana baik ruangan ibadah umum dan ruangan ibadah SM sama-sama dipenuhi warga jemaat. Bahkan dipasang tenda diluar gedung ibadah.

bnkp tangerang_koor gabunganIbadah ini semakin bermakna dengan adanya kesaksian melalui pujian dari Koor Gabungan dan Vokal Group Sektor I. Setelah selesai ibadah diteruskan dengan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja BNKP Tangerang yang dilaksanakan secara simbolis di dalam gedung ibadah yang selama ini ditempati.

Ir. Tema MendrofaAcara yang dipandu oleh Vikar Julianus Daeli, S.Th ini dimulai dengan Doa oleh Pdt. Mistariani Zega, S.Th (Pendeta Jemaat BNKP Tangerang). Kemudian disusul oleh Salam Sekapur Sirih dari Ketua Panitia Paskah sekaligus Ketua Penggalangan Dana Pembangunan Gedung Gereja, Ir. Tema Mendrofa, M.M (A. Dani). Pada kesempatan ini, Ketua Panitia mengharapkan dukungan doa dan materi dari semua pihak untuk menyukseskan pembangunan gedung gereja ini. Lebih tegas lagi Ir. Tema Mendrofa mengatakan, “Sebagai wujud dari dukungan kita bersama, akan dilaksanakan Perayaan Paskah Bernuansa Budaya Nias sekaligus malam Pengumpulan Dana Pembangunan Gedung Gereja BNKP Tangerang yang dilaksanakan pada tanggal 10 April 2010 di Twin Plaza Hotel. Untuk itu kami dari panitia sangat mengharapkan kehadiran dari bapak/ibu/sdra/i dalam mengikuti kegiatan tersebut”.

Ketua Panitia Pembangunan SNK. Drs. Saroziduhu Zebua (A. Grace) kemudian memaparkan konsep dan rencana pembangunan gedung gereja ini yang memakan biaya kurang lebih 700 juta. “Melihat kondisi Jemaat BNKP Tangerang yang semakin hari makin bertambah, mak kami hanya meneruskan program kegiatan dari panitia pendahulu kami sebelumnya agar kita Jemaat BNKP Tangerang memiliki tempat ibadah yang nyaman dan penuh dengan kedamaian. Untuk itu kami mengharapkan dukungan dari kita semua. Selain dari Perayaan Paskah Bersama seperti yang dituturkan oleh Ketua Panitia Pelaksana, juga ada kupon dukungan pembangunan senilai Rp. 10.000/lembar yang dapat diambil dari panitia atau yang telah kami sebar melalui Majelis Jemaat se-Resort 45 BNKP Jakarta”.

Seterusnya kata-kata sambutan yang mewakili seluruh warga oleh Bapak A. Kudus Mendrofa yang menceritakan bagaimana proses terbentuknya Jemaat BNKP Tangerang yang dulunya hanya sedikit di tahun 1970-an, kemudian semakin berkembang dan terus berkembang sehingga terbentuk Jemaat BNKP Tangerang di akhir tahun 1990-an. Lanjut A. Kudus Mendrofa, “dalam mendukung kegiatan ini dibutuhkan kerjasama yang baik diantara semua pihak, dukungan pikiran (ide dan doa), tenaga, dan materi serta transparansi dalam mengerjakan pembangunan tersebut.

Kemudian mewakili seluruh Majelis, A. Frans Telaumbanua mengucapkan terimakasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan peletakan batu pertama Jemaat BNKP Tangerang.

Plt. Resort 45 BNKP Jakarta, Pdt. Ts. Daeli, S.Th dalam bimbingan dan arahannya mengutip Alkitab dari Kejadian 28:22 “Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”. Artinya yang kita dirikan ini adalah rumah Tuhan dan tempat persekutuan kita bersama. Untuk itu mari kita memberikan yang terbaik untuk membangunnya sekaligus sebagai bagian dari perpuluhan kita untuk Tuhan”.

Setelah kata Sambutan diteruskan dengan Doa Peletakan Batu Pertama oleh Pdt. Gustav G. Harefa yang diteruskan dengan peletakan batu pertama secara simbolis yang dimulai oleh Pdt. Ts. Daeli, S.Th (Plt. Praeses), Pdt. Mistariani Zega (Pendeta Jemaat BNKP Tangerang), Ir. Idealis Lase, M.M (A. Monica), salah seorang mewakili Jemaat dan mewakili Panitia Pembangunan (SNK. A. Fenisia Telaumbanua).

Acara diakhiri dengan perjamuan kasih bersama yang dipandu oleh SNK. A. Risman Mendrofa. (gh24, foto dari Marinus Gea)