Bagaimana berpacaran “ala” anak Tuhan ?


Apa sih Pacaran Itu ?[1]

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran artinya punya lawan jenis yang tetap (kekasih) dan punya hubungan atas dasar cinta kasih. Secara sederhana, pacaran artinya adalah saling mengenal seseorang yang akan menuju menjadi pasangannya kelak. Pada masa pacaran ini, kita dituntut untuk saling mengenal watak, sikap, karakter dan juga keluarganya. Pacaran adalah setengah menuju pra- pernikahan (tunangan).

Namun, masalah muncul sekarang ketika pacaran dijadikan sebagai ajang untuk kebahagiaan saja, artinya untuk mencari teman, tanpa didasari kasih. Atau pacaran karena malu dengan teman yang lainnya yang memiliki pacar. Selain itu yang lebih parah, pacaran dijadikan sebagai alat pelampiasan hasrat biologis. Lalu bagaimana kita benar-benar tahu dan butuh pacaran ?. 1). Kita sudah matang secara emosional. Artinya kita ingin pacaran dengan seseorang bukan karena rasa tertarik saja, tetapi pertimbangan emosional. 2). Kita benar-benar butuh seseorang yang bisa berbagi, bisa mengerti dan bisa diajak kerja sama untuk  mencapai sesuatu dan selama ini belum ada pada teman atau sahabat kita yang lain.; 3). Kita sudah punya perencaan yang matang akan ke mana setelah kita pacaran, jangan cuma kesenangan saja; 4). Kita yakin kita bisa membagi waktu. Jangan sampai pacaran justru mengganggu aktivitas belajar kita; 5). Kita sudah siap untuk komitmen. Komitmen yang lebih penting karena menentukan ke arah masa depan apakah benar-benar berlanjut kepada pernikahan atau tidak.

Setelah kita yakin bahwa kita mau dan kepingin pacaran, maka kita memasuki tahapan pendekatan, pengenalan dan tujuan. 1). Kita mencari pasangan yang benar-benar sesuai dengan kriteria kita. Jangan asal kita memilih pacar karena cantik, ganteng, kaya, idola dll. Tetapi kita lihat juga karakternya bagaimana. 2). Membuat tujuan bersama. Ini sesuai dengan kesepakatan bersama; 3). Membuat kesepakatan apa yang bisa dilakukan atau yang tidak.

Proses dari pacaran itu sendiri dimulai dari 1). Berkenalan. Tidak mungkin orang mengatakan senang atau mencintai seseorang, sementara dia tidak pernah bertemu atau berkenalan di antara satu dengan lain?. Hal ini penting untuk mengetahui tentang sifat dan kepribadian masing-masing. Dalam hal ini memang sulit juga yang dijodohkan oleh orangtua. 2). Penjajakan. Dalam hal ini perlu adanya saling komunikasi di antara laki dan perempuan. 3). Ujian. Dalam hal ini kita akan diuji dalam hal kesetiaan, waktu, kecemburuan dll. Jika kita dapat bertahan maka kita sampai kepada tahap 4). Komitmen, yaitu mengambil keputusan untuk sampai kejenjang yang lebih tinggi yaitu pertunangan. (dalam hal ini perlu doa)

Resep Pacaran ala “Anak Tuhan”

Bahan untuk DASAR

  • 1 pak Kasih Kristus
  • 1 mangkuk besar Firman Allah
  • 1 pak Doa

Bahan untuk ISI

  • 1 Pria dan 1 Wanita, pilih yang benar-benar matang
  • 1 gelas Kasih Sayang Murni (KSM)
  • 2 sendok Komitmen
  • 2 sendok Komunikasi
  • 1 butir Kesamaan Visi
  • 1 potong Restu Keluarga
  • Rasio dan Emosi secukupknya

Bahan untuk HIASAN/TOPPING

  • Humor Segar, dan Kegiatan Pelayanan, masing-masing dipotong kecil.
  • Pergi Bareng secukupnya.
  • Telpon-Telponan sesuai selera.

Cara Membuat

  1. Untuk DASAR: Kocok lepas Kasih Kristus sampai mengembang, tambahkan Firman Allah dan Doa, aduk sampai rata dan tidak lengket, sisihkan.
  2. Untuk ISI: Cuci bersih Pria dan Wanita, kupas, buang semua kotorannya. Rendam dalam KSM secara merata (bila Kasih Sayang sungguh-sungguh murni, akan mudah menyerap ke dalam).
  3. Sesudah menyerap, lumatkan jadi satu sambil perlahan-lahan dicampur dengan Kesamaan Visi dan Restu Keluarga. Bubuhkan rasio dan emosi.
  4. Sebagai bahan pengawet alami, tambahkan komitmen dan komunikasi, aduk rata.
  5. Untuk TOPPING: Campurkan semua.
  6. Siapkan mangkuk ceper/loyang. Alasi semua dindingnya dengan bahan dasar. Jangan tipis-tipis.
  7. Ke dalamnya masukkan bahan isi sampai penuh, taburi atasnya dengan campuran Humor Segar, Kegiatan Pelayanan, Pergi Bareng dan Telpon-Telponan secara merata.
  8. Panggang dengan api sedang sampai berwarna coklat keemasan dan harum. Siap disajikan hangat-hangat.

Saran Penyajian

Kue ini bisa dimakan kapan saja, asal tidak disajikan beku/dingin, atau terlalu panas. Seandainya mulai terasa garing, tambahkan Humor Segar, Kegiatan Pelayanan, Pergi Bareng, dan Telpon-telponan.

Lama persiapan

Kira-kira 3 bulan (tergantung kematangan pria dan wanita)

Lama memasak

Kira-kira 1 bulan (tergantung Doa dan Firman Allah)

Daya tahan

Lama. Percaya deh!

TIPS

  1. Memilih Pria dan Wanita harus yang segar dan matang.
  • Cari yang tingkat kematangannya sama. Hindarkan yang masih mengkal (hasilnya akan sepet), atau yang terlalu tua (susah lumatnya).
  • Untuk mendapat yang terbaik, coba cari di gereja dan persekutuan Kristen. Walaupun kadang bentuknya biasa-biasa saja, dan agak jual mahal, tapi dalamnya pasti matang.
  • Hindarkan mencari di pesta/diskotik/forum chatting, karena walaupun kelihatan dari luar bagus, mulus, dan murah, biasanya dalamnya busuk.

2. Selalu gunakan HANYA 1 PRIA DENGAN 1 WANITA. Bila anda coba menambahkan Pria atau Wanita lain, baik untuk bahan isi atau sekedar hiasan, kue akan basi dan tidak dapat dinikmati lagi.

3. Gunakan Kasih Sayang yang murni (capnya AGAPE, jangan cari yang EROS – itu merek jelek), karena di dalamnya terkandung unsur-unsur vitamin dan mineral yang lengkap, yaitu: pengertian, sabar, murah hati, sopan, tidak sombong, tidak egois, bukan pencemburu/pemarah/pendendam.

4. Ini penting: Dalam resep-resep modern, beberapa orang mencoba mengganti KSM ini dengan PMX (Pre-Marital Sex) untuk mendapatkan rasa yang sensasional. Sayangnya, hasilnya tidak menggembirakan.

5. Walaupun awalnya terasa dahsyat, nikmat, dan lezat, segera saja akan terasa hambar dan pahit. JANGAN DICOBA !!!

6. Walau biasanya rasanya hangat, gurih dan enak, kadang-kadang karena kondisi lingkungan, kue ini berubah agak masam, garing, atau dingin. Tidak usah takut, ini proses alami yang wajar.

7. Hangatkan dengan beberapa pertemuan, dan bubuhkan saja Doa, Komitmen dan Komunikasi untuk mempertahankan keawetan dan mengembalikan citarasa semula.

Selamat mencoba!!


[1]. Bahan ini pernah disampaikan dalam beberapa kesempatan untuk pembinaan pemuda gereja.  Untuk membantu dapat dibaca juga buku Samuel W, Pasti Ada Apa-Apa Dengan Cinta & Pacaran, (Yogyakarta;ANDI, 2006)

5 thoughts on “Bagaimana berpacaran “ala” anak Tuhan ?

  1. Sangat berguna & bermanfaat bagi orang2 muda yg senang bergaul Dengan Tuhan… Semoga menjadi berkat bagiku & bagi kita semua.. Tuhan Memberkati, Syalom…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s