MEMAKNAI WAKTU SESUAI KEHENDAK TUHAN


MEMAKNAI WAKTU SESUAI KEHENDAK TUHAN

“Ajarlah Kami Menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami memperoleh hati yang bijaksana “

(Mazmur 90:12)

Kita  semua berada dalam lingkaran waktu. Bahkan kita sering terburu-buru dan mengejar waktu. Seakan-akan waktu itu kurang dan kurang. Misalkan saja di beberapa kota besar dipersimpangan jalan yang memakai lampu lalu lintas, pengendara mobil atau motor tidak sabaran untuk keluar dari area tersebut. Sehingga kadang-kadang tidak peduli lagi dengan aturan dengan saling berebutan jalan yang bila tidak hati-hati akan berbahaya..

Akhir tahun 2009 yang lalu, dunia dihebohkan dengan film 2012 yang menceritakan tentang ramalan akan adanya akhir zaman pada tanggal 21/22 Desember 2012 berdasarkan kalender Suku Maya, salah satu suku yang telah lama hilang di Amerika. Ada yang pesimis, ragu dan tidak sedikit yang percaya. Bagi yang percaya mulai was-was tentang waktu hidupnya yang tinggal sedikit lagi. Namun kesaksian Alkitab, sebagai orang percaya semua waktu adalah milik Tuhan.

Sekali lagi, kita semua berada dalam lingkaran waktu. Tuhan sendiri yang menciptakan waktu dan Dia juga hidup di dalam waktu (Kej. 1-2:7). Meskipun waktu bagi Tuhan tidak sama dengan waktu manusia Karena bagi Tuhan, seribu tahun sama seperti hari kemarin dan sebaliknya (Mzm. 90:4). Sementara bagi manusia, waktu seakan-akan cepat berlalu dan kadang-kadang membosankan. Dalam pengalaman sehari-hari kita mengenal ada dua waktu yaitu pertama, berhubungan dengan perputaran masa (jam, menit, bulan, tahun, dsb); kedua, kesempatan, tempat di mana kita melakukan segala sesuatu di dalam waktu, mis. Makan, belajar, tidur dsb. Itulah sebabnya, saya sedikit heran ketika ada orang (mungkin termasuk saya dan anda) ketika ditanyakan “apakah anda boleh datang ke acara ini…atau ke sana atau ke sini? Lalu kita menjawab dengan cepat bahwa “tidak ada waktu?. Tidak ada waktu berarti tidak ada nafas kehidupan (atau kata lain “lupa bernafas”). Wah ini berbahaya, seakan kita sudah tahu tentang batas waktu kita di dunia ini. Tetapi yang sebenarnya adalah “kita tidak memiliki kesempatan”.

Ada ungkapan mengatakan “time is money” (waktu adalah uang). Dalam hal ini seakan-akan kita berada dalam waktu hanya satu orientasi yaitu uang. Dan mungkin itu juga sebabnya sekarang manusia sudah menjadi ”serigala bagi sesamanya’ (homo homini lipus), tidak ada waktu untuk sesama dan peduli dengan sesama karena semua adalah untuk uang. Benar yang dikatakan oleh nyanyian SM “apa yang dicari orang pagi siang malam petang, uang…uang…uang..bukan Tuhan Yesus”. Selain itu ingat bahwa “akar dari segala kejahatan adalah cinta uang” (I Tim. 6:10). Tetapi nats ini  yang awalnya adalah Doa Musa, abdi Allah pemimpin bangsa Israel (ay. 1) mencoba mengajarkan kita  bagaimana hidup kita ini adalah bergantung kepada waktu. Dan waktu itu semuanya adalah kepada Tuhan “time is ministry or service to God) (waktu adalah untuk melayani atau bekerja untuk Tuhan). Untuk itu tidak ada jalan lain selain dari pada kita kembali meminta pertolongan kepada Tuhan agar memberikan dan mengajarkan kita di dalam memanfaatkan waktu.

“Ajarlah kami bukan kita” berarti bahwa Musa mengajak dirinya sendiri dengan umat Israel termasuk kita untuk datang kepada Tuhan memberikan pelajaran bagi kita. Hal ini menunjukkan bahwa sehebat-hebatnya dan sepintarnya Musa, dia tidak bertindak sendiri, justru tunduk dan patuh kepada Tuhan dalam “belajar tentang waktu”. Untuk apa “belajar tentang waktu”?. Agar semuanya boleh berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kadang-kadang kita memakai waktu bukan untuk menjadi berkat, tetapi untuk kerugian bagi diri kita. Misalnya anak-anak lebih banyak waktu bermain, daripada belajar. Orang yang bekerja, baik di kantor maupun di ladang, lebih banyak waktu berbicara, ngobrol bahkan ngerumpi atau menggosip dengan teman sekerja daripada dengan konsentrasi penuh bekerja.

Dengan belajar memanfaatkan waktu, dengan demikian pada akhirnya kita memperoleh “hati yang bijaksana”. Hati adalah sumber segala keputusan (ke kiri atau ke kanan); dan sumber segala perasaan (benci, sayang, sedih, marah, dsb). Dengan hati yang bijaksana, maka segala sesuatu dapat dipergunakan dan diambil keputusan sesuai dengan kehendak Tuhan. Pada akhirnya semua yang kita terima (uang, keberhasilan, kehormatan dll) adalah hasil waktu yang dipakai sesuai dengan kehendak Tuhan dan dikembalikan menjadi pujian kemuliaan bagi Tuhan.

Bagaimana kita merefleksikan semuanya ini di dalam kehidupan kita?. Di bawah ini saya berbagi pengalaman untuk sdra/i tentang bagaimana kita hidup dan berada di dalam waktu yang saya ambil dari sebuah sobekan majalah yang saya temukan di jalan.

AMBIL WAKTU

Ambil waktu untuk berpikir – itulah sumber kekuatan

Ambil waktu untuk rekreasi – itulah kunci kebebasan

Ambil waktu untuk bekerja – itulah harga dari sebuah keberhasilan

Ambil waktu untuk membaca – itulah gerbang menuju pengetahuan

Ambil waktu untuk bermimpi – itulah kendaraan menuju bintang

Ambil waktu untuk tertawa – itulah alunan musik jiwa

Ambil waktu untuk merenung – itulah kekuatan untuk mengevaluasi apa yang telah kita lakukan

Ambil waktu untuk menghargai – itulah sumber kehormatan

Ambil waktu untuk menolong dan menyenangkan teman – itulah jalan menuju kebahagiaan

Ambil waktu untuk mengasihi – jika tidak, maka kasih anda akan pudar

Ambil waktu untuk beribadah – itulah yang menghapus debu dunia dari mata kita

Ambil waktu untuk berdoa – itulah yang akan meringankan beban kehidupan

Ambil waktu untuk menyendiri dengan Tuhan – itulah satu-satunya kekuatan  yang langgeng dalam kehidupan.

Tuhan memberkati kita. Amin



Iklan

3 thoughts on “MEMAKNAI WAKTU SESUAI KEHENDAK TUHAN

  1. Mkasi ya b’..Note’y mengingatkan ku bgt u/ bs menggunakan waktu yg lbh efektif..Dan ga nyia2in kesempatan yg ad skrg ini bwt melayani Dia Tuhan..Gbu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s