HIDUP ATAU MATI DI DALAM TUHAN[1]


Akhir tahun 2009, Indonesia dihebohkan dengan kemunculan film 2012. Film ini  mengisahkan tentang akhir zaman pada tanggal 21 Desember 2012 berdasarkan kalender dari salah satu suku kuno yang telah lama hilang di Amerika Utara, Suku Maya. Pro kontra muncul dengan beredarnya film 2012 ini. Ada kalangan yang kontra dengan mengatakan, “film ini sangat menyesatkan. Akhir zaman adalah keputusan Tuhan”. Yang pro mengatakan bahwa dengan film ini justru mengingatkatkan orang bahwa akhir zaman akan datang. Di pihak lain ada juga sikap masa bodoh yang tidak peduli mau terjadi atau tidak yang penting film 2012 dianggap sebagai tontonan fiksi yang menyenangkan. Yang penting enjoy aja lagi nontonnya!! he..he..he..Dengan adanya sikap pro-kontra ini membuat masyarakat penasaran dan film ini menjadi salah satu film yang paling banyak ditonton. Di pinggir jalan juga tempat penjualan film dalam bentuk dvd, film 2012 dengan mudah ditemukan dan banyak dicetak tentu saja dalam bentuk bajakan….

Bagi saya secara pribadi soal benar atau tidak benar apa yang dikisahkan dalam film ini itu urusan belakangan. Yang penting bagi kita bahwa film ini memberikan beberapa pelajaran berharga bahwa pertama akhir zaman akan tiba. Kapan dan bagaimana kita tidak tahu, hanya Tuhan yang tahu. Kesaksian Alkitab dalam Markus 13:32 juga mengatakan “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.” Selain itu kedua film ini juga mengajarkan bagaimana kita saling mengasihi dan menghormati dengan menghilangkan rasa ego diantara sesama. Tanpa disadari film ini mencoba mengkritik sikap manusia sekarang ini yang sudah bagaikan “homo homini lupus” (manusia menjadi serigala bagi sesamanya). Pelajaran lainnya adalah ketiga, mengajar orang untuk mempersiapkan diri menghadapi akhir zaman.

Berbicara dengan soal yang ketiga ini, akhir zaman dapat berupa kehancuran secara keseluruhan, namun dapat juga berbicara kepada akhir zaman secara pribadi (kematian dengan meninggalkan dunia ini selama-lamanya). Tentang kematian, pasti semua orang akan mengalaminya. Jika kelahiran dapat diprediksi maka kematian tidak ada yang tahu kapan. Meskipun sekarang orang menjaga kesehatan dengan fitness, olahraga teratur, makanan teratur, namun tetap juga mati. Tua-muda, kaya-miskin, pejabat-masyarakat biasa pasti mengalami kematian.  Ada yang mati dengan tenang di rumah atau di rumah sakit, namun ada juga karena kecelakaan, bencana, dll. Ada yang mati langsung, namun ada juga yang mati pelan-pelan (MPP). Ada yang dikubur dengan baik oleh keluarga, ada yang dikubur secara masal bahkan ada yang tidak tahu dimana jasadnya. Pokoknya kita semua pasti mati deh…

Persoalan sekarang adalah bagaimana kita mempersiapkan diri dihadapan Tuhan?. Paulus memberi nasehat kepada orang Roma dalam Roma 14:7-9 bahwa  “Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup”. Artinya selagi masih diberikan nafas kehidupan oleh Tuhan biarlah hidup yang kita jalani sesuai dan yang berkenan di dalam Tuhan. Biarlah hidup ini kita jalani sesuai dengan kehendak Kristus. Biarlah Kristus yang hidup dan mengatur hidup kita. Sehingga ketika tiba saatnya, kita tidak menyesal karena kita juga akan mati di dalam Kristus.

Kita bersyukur memiliki Bapa yang begitu baik. Sekarang ini begitu banyak sikap manusia yang tidak menyenangkan Tuhan seperti perselisihan, pertikaian, saling curiga, saling membenci dll. Namun Tuhan masih memberikan kesempatan bagi kita untuk berubah agar kita tidak jatuh kedalam penghukuman terakhir pada waktunya kelak seperti dalam II Petrus 3:9 “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”.

Ada pepatah mengatakan, “harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, namun manusia mati meninggalkan budi”. Sangat menyedihkan misalnya ketika salah seorang anggota keluarga kita meninggal namun tidak ada orang yang datang menghibur bahkan kita dicap lagi dengan kata-kata yang tidak baik seprti keluarga teroris, keluarga pencuri, keluarga pembunuh, keluarga koruptor, dll. Tetapi sungguh alangkah indahnya ketika duka (kematian) melanda keluarga kita, banyak orang datang menghibur kita, memberi kekuatan dan selalu mengingat kebaikan selamat hidup dari anggota keluarga yang telah meninggalkan kita selamanya. Untuk itu, selagi kita masih ada waktu, marilah kita percaya dan mengasihi Tuhan serta mengasihi sesama sehingga ini akan menjadi berkat bagi keluarga yang kita tinggalkan kelak dan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan. Sehingga pada akhirnya kita mendapat tempat yang indah bersama Bapa di Surga.


[1]. Renungan ini khusus dipersembahkan untuk keluarga Mama Valen Harefa (istri dari Om Berkat Harefa) yang meninggal karena darah tinggi, Senin, 08 Maret 2010 di Jakarta. Kebaikan Om Berkat selama hidupnya telah menjadi berkat bagi keluarga. Meski om Berkat meninggalkan kita, namun Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s