MENJADI SAHABAT DAN SAUDARA DALAM SETIAP WAKTU


‘’Seorang Sahabat Menaruh Kasih Setiap Waktu &

Menjadi Saudara Dalam Kesukaran’

(Amsal 17:17)

Bila ditanya kepada kita siapakah sahabat menurut anda?. Mungkin kita akan menjawab adalah orang mengenal diriku, atau juga orang yang mau menerima aku apa adanya, atau orang yang mau peduli kepadaku, atau orang yang mau memperhatikan aku setiap saat, mau menghibur aku ketika dalah kesukaran. Semua itu benar sauadaraku.

Tetapi lebih dari pada itu sahabat sejati adalah mengasihi kita setiap saat dan saudara dalam kesukaran. Seringkali terjadi, sahabat hanya mau bersama kita ketika dalam suka, tetapi dalam duka tidak peduli (sadis ya..). Atau hanya mau menang sendiri. Sehingga ada istilah dikalangan pemuda/i, “ada uang abang sayang, tidak ada uang abang melayang”. Wah..wah makin kejam lagi nih!. Justru sebenarnya sahabat mau berkorban setiap saat. Kita sebagai manusia memang sulit melakukan itu. Mari kita belajar kepada sahabat sejati kita, Yesus. Dalam keberdayaan kita, Dia mengasihi dan menerima kita apa adanya bukan ada apanya Ketika kita menolak bahkan membenci Dia, Dia tetap sabar menanti habis waktu kemarahan kita. Ketika kita bergumul, Dia bersama kita. Bahkan ketika teman-teman meninggalkan kita, Dia tetap menjadi sahabat yang baik bagi kita. Itulah sebabnya dalam Yesus berkata,  “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku”. (Yoh. 15:14-15)

Saudaraku yang kekasih…

Sekarang bagaimana kita menaruh kasih itu kepada teman, sahabat, orangtua bahkan kekasih kita? kasih itu apa?……di sini saya turunkan kepada kita sebuah pergumulan anak Tuhan yang dituangkan dalam satu bait dengan judulnya Hebatnya Kasih (ini juga saya dapat dari sebuah kertas dalam bentuk kopian yang diletakkan begitu saja di salah satu fotokopi di Nias, ketika ada yang saya fotokopi disana)

‘Hebatnya Kasih’

Pernahkakah kamu merasakan, bahwa kamu mengasihi seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan meski kamu tahu bahwa kasihmu tak berbalas, tapi kamu tetap mengasihinya?

Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu kasihi, meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi?

Pernahkah kamu merasakan hebatnya kasih, tersenyum kala luka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah?…..Aku pernah….

Aku pernah tersenyum meski kuterluka karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku

Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut kebahagiaan kasih ini akan sirna begitu saja

Aku pernah bersedih kala bersama sahabatku, karena kutahu aku kan kehilangan dia suatu saat nanti..

Dan aku pernah tertawa saat berpisah dengannya, karena sekali lagi kasih tak harus memiliki, dan Tuhan pasti menyiapkan kasih lain untukku…atau dengan iman kami dapat bertemu kembali di surga yang abadi.

Semua orang pasti pernah merasakan kasih….baik dari orangtua….sahabat…kekasih dan akhirnya pasangan hidupnya…..sekarang…..

Buat temanku yang sedang merasakan kasih…..selamat yah…karena kasih itu sangat indah. Semoga kasih kalian membuat kebahagiaan selamanya.

Buat temanku yang sedang terluka karena kasih….hidup itu bagaikan roda yang terus berputar, satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit, tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya. Bersabarlah dan berdoalah karena kasih yang lain akan datang dan menghampirimu.

Buat temanku yang tidak percaya akan kasih….buka hatimu. Jangan menutup mata akan keindahan kasih Tuhan yang membuat hidupmu menjadi bahagia.

Buat temanku yang mendambakan kasih…bersabarlah,,,karena kasih yang indah tidak terjadi dalam sekejab…Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu….

Dan buat temanku yang sedang mempermainkan kasih…sesuatu….yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan…Kasih bukanlah suatu kehampaan. Semoga kalian berhenti mempermainkan kasih dan mulai merasakan kebahagiaan yang seutuhnya……Amin”

Bila kita melihat kebenaran Firman Tuhan maka semua yang dikatakan oleh saudara kita di atas terwujud dalam Firman Tuhan I Korintus 13:4-7 yang dikatakan “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu”.

Selamat menerima kasih dari sahabat kita, Kristus dan merefleksikannya kepada sahabat kita!.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s