PERSEKUTUAN PENDETA BNKP SE-RESORT 45 JAKARTA


Hari Senin, 26 April 2010 berlangsung Persekutuan Para Pendeta BNKP Se-Resort 45 Jakarta. Pertemuan ini mengambil tempat di gedung gereja Jemaat BNKP Depok.  Pertemuan ini berlangsung sekali dalam 2-3 bulan yang telah dimulai pada Mei 2009 yang lalu. Pertemuan ini selain untuk mempererat tali persekutuan dan persaudaraan di antara Pendeta se-Resort BNKP 45 Jakarta, juga menjadi wadah sharing bersama tentang kondisi pelayanan di tempat masing-masing bertugas; dan pada akhirnya saling mendoakan untuk menguatkan dalam pelayanan.

Pertemuan ini diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Vikar Emanuel Zebua, S.Th (Vikar Pos Pelayanan “Filadelfia” Cimahi). Renungan diambil dari Efesus 3 dimana Vikar Emanuel menegaskan bahwa dalam melayani Tuhan selalu ada tantangan dan hambatan yang dialami. Namun, marilah kita belajar kepada Rasul Paulus dimana selalu berpegang teguh kepada Yesus dan berharap kepada-Nya melalui doa. Selain itu Vikar Emanuel mengajak semua yang hadir untuk menjadi teladan dan membawa berkat buat jemaat.

Pada kesempatan ini, juga menjadi awal perkenalan Pdt. Juliman Harefa, M.Div, Th.M kepada seluruh Pendeta se-Resort 45 BNKP Jakarta. Pdt. Juliman Harefa baru dilantik menjadi Praeses Devinitiv oleh Ephorus BNKP pada hari Minggu, 25 April 2010 di Jemaat BNKP Depok. Selama ini Praeses dipegang oleh Plt. Pdt. Ts. Daeli (Pendeta Jemaat BNKP Jakarta).  Pdt. Juliman Harefa dalam perkenalannya mengajak semua para Pendeta se-Resort 45 untuk bergandengan tangan dan saling mendukung dalam menunaikan tugas pelayanan. Lebih lanjut Pdt. Juliman mengatakan, ‘saya adalah orang baru disini, untuk itu saya perlu belajar dari rekan sepelayanan yang ada di Resort 45 ini. Mari kita sharing bersama demi kemajuan pelayanan”.

Selain perkenalan Praeses baru, pertemuan ini juga menjadi perpisahan bagi Pdt. Aro Bll, M.Div yang akan menerima tugas baru sebagai Pendeta Resort 43, Medan. Pdt. Aro Bll yang selama ini menjadi Pendeta Jemaat BNKP Depok, mengungkapan ucapan terimakasih atas  dukungan yang diberikan. Sementara itu mewakili seluruh pelayan se-Resort 45, Pdt. Ts. Daeli (Pendeta Jemaat Jakarta) mengucapkan selamat jalan dan selamat memulai tugas baru yang lebih berat. “Harapan kami bersama, Pdt. Aro Bll juga sukses di tempat pelayanan yang baru seperti di wilayah pelayanan BNKP Jakarta selama ini”, ujar Pdt. Ts. Daeli.

Pertemuan ini selain dihadiri oleh Praeses baru, juga dihadiri oleh sebagian Pendeta dan keluarga se-Resort BNKP 45 seperti Pdt. B. Tafona’o (Jemaat “Marturia” Bekasi), Pdt. Mistariani Zega (Jemaat Tangerang), Pdt. Amani Melinda Gulo (Jemaat Bogor), Pdt. Aminudin Waruwu (Jemaat Cikarang), Pdt. Perlindungan Zebua (Jemaat Cimahi). Sementara itu Pdt. Iberia Harefa (Jemaat Bandung), Pdt. Yuliwati Lase (Jemaat Surabaya) dan Pdt. Mashati Harefa (Jemaat Syalom, Cileduk) tidak dapat hadir karena ada pelayanan yang tidak dapat dihindari. Juga hadir Pdt. Gustav Harefa (studi lanjut), Vikar Emanuel Zebua (Vikar Pos Pelayanan Cileungsi), serta Mahasiswa Praktet dari STT Cipanas, Bertha Daeli dan Ohan Gaho.

Acara ini diakhiri dengan jamuan kasih bersama yang dihadiri oleh Ketua BPMJ BNKP Depok (A. Karunia Daeli) sebagai tuan rumah dan SNK. A. Dian Daeli (Anggota Majelis BNKP Depok). gh24

Iklan

6 thoughts on “PERSEKUTUAN PENDETA BNKP SE-RESORT 45 JAKARTA

  1. Puji Tuhan..semoga pelayanan Beliau-beliau dapat dirasakan oleh masyarakat Nias diperantauan….Semoga Tuhan memakai para hambanya lebih dahsyat lagi dalam melayani..AMIN!!!!

  2. Syallom Pak Pdt,,!!

    Sekarang sebagian jemaat palagi pemuda sering bertanya-tanya tentang pola ibadah yang penuh aturan misalnya:
    1. Setiap kali ibadah diharuskan ada doa iman Rasuli
    2. Ibadah ditutup dengan doa “bapa kami”
    3. dan aturan tentang kapan berdiri, duduk dan bernyanyi.

    Dari pertanyaan diatas, saya menghimbau para pelayan untuk menjelaskan kepada jemaat makna dan kenapa mesti kita menyebut hal itu semua. apakah sekedar diingat atau perintah dalam sebuah ibadah..?dijelaskan.

    Saya sangat setuju sekali atau duakali dalam setahun diberitahukan kepada jemaat dan kalau bisa dijadikan sebuah tema pembicaraan dan disampaikan disetiap gereja masing-masing.
    Saya sangat merindukan hal ini, krn saya juga tidak tau,.
    Makasih,,!maaf kalau ada kata yg salah n tersinggung. saya seorang BNKP n saya bertanya hal ini krn saya sayang sama BNKP. Tuhan memberkati.

    Masale Gulo, Spd.K

  3. Syalom juga pak gulo, makasih atas komentar dan masukkannya. Usul akan kami teruskan sekaligus laksanakan. Selain itu ini akan menjadi topik penting dalam diskusi hamba Tuhan ke depan.
    Namun ini bukan hanya tugas kami para pelayan termasuk kita yang pernah menikmati dunia pendidikan teologi, dimana salah satu materi perkuliahan kita adalah LITURGIKA.
    Tentu saja dalam memberi penjelasan ini bukan hanya menjawab tata ibadah BNKP tetapi juga tata ibadah gereja yang lain (mis. aliran calvinis, anglikan, katolik metodis, ortodoks dan kharismatik). Dalam arti kenapa ada gereja yang lebih menekankan sakramen? kenapa ada gereja yang lebih menekankan kesaksian?, kenapa ada gereja yang lebih menekankan pujian? kenapa ada gereja yang menekankan bahasa roh? kenapa ada gereja yang menekankan kepada persembahan (uang)?
    apakah kesaksian alkitab juga mengatakan dan merujuk hal yang demikian atau hanya sekedar untuk membedakan dari gereja lain atau juga hanya untuk kesenangan agar ibadah bergairah dan mengikuti selera orang yang datang?. Nah ini menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk memberi penjelasan.

    Selamat melayani Tuhan memberkati.

  4. Yth Pendeta Resort 45. Program pembinaan yad sebenarnya hanya menghabiskan uang dan waktu. Pembinaan majelis sudah berkali2 namun hasilnya ya begitu2 saja. Kalu sy boleh berpendapat bahwa para pendeta terlebih dahulu harus memiliki integritas sebagai hamba. Bayangkan diantara pendeta sekarang ini ada yg berani membohongi jemaat saat khotbah dimimbar. Beberapa diantara pendeta resort 45 berani berbohong dimimbar paling tdk memberikan bumbu2 yg bermuatan tipu2an seperti penjual obat dipinggir jalan. Sy sendiri sungguh prihatin. Harapan kpd Pak Juliman Harefa mampu bersikap dan berwibawa rohani utk membersihkan anak buahnya yg murahan ini.Berapakalipun pendeta memberkati namun tdk menjadi berkat karena siraman rohaninya bermuatan politik dan busuk.Sekalilagi binalah para pendeta2 diresort 45 secara sungguh2 harapan ini kami tujukan kpd Bpk Pnd Juliman Harefa, Tuhan memberkatimu Amin.

    • Ytks di dalam Yesus, pak emes. Makasih atas tanggapan, masukan, saran dan kritikannya. Hal ini sangat berguna buat para pelayan termasuk buat saya sendiri dalam pelayanan, agar lebih baik lagi. kami memang menyadari banyak kelemahan yang kami miliki dalam pelayanan, mohon dukungan dari pak emes agar pelayanan semakin baik dan menjadi berkat bagi jemaat. Tentu saja salah satu cara meningkatkan mutu pelayanan adalah dengan pembinaan. Harapan dan doa kita bersama, pak praeses membaca dan menindaklanjuti saran dan masukan yang positif dari pak memes ini. Selamat beraktivitas, selamat melayani dan Tuhan memberkati kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s