LONG LIFE EDUCATION


ma murid sd tertuaSaya terkejut ketika membaca berita di situs Kompas tentang seorang perempuan yang sudah berusia 102 tahun masih mau belajar di sekolah formal. Di umur yang sebenarnya sudah renta ini, masih punya semangat belajar. Nenek gaul kali ya! He..he.. Sosok perempuan itu adalah Ma Xiuxian Kisah ini terjadi di dataran China, tepatnya di Kota Jinan, Provinsi Shandong. Ma Xiuxian bertekad menuntut ilmunya dengan menjadi murid salah satu sekolah dasar di daerah setempat. Tidak berlebihan juga jika nenek ini disebut sebagai murid SD tertua di dunia.

Kompas menuliskan “Luar biasa, memang. Di usia yang tidak semua orang bisa mencapainya itu, Ma masih memiliki motivasi dan keinginan untuk bisa belajar selayaknya seorang anak kecil. Melihat betapa bersemangatnya Ma untuk menghabiskan sisa usianya yang sudah sangat senja dan hanya tersisa hitungan hari demi hari tersebut, tidakkah membuat mata hati kita tergerak untuk lebih bersemangat menuntut ilmu, sampai kapan pun dan dalam kondisi seperti apa pun”

Apa yang dilakukan oleh Nenek Ma ini justru berbanding terbalik dengan kondisi sekarang. Orang yang telah menerima pendidikan di salah satu sekolah (tingkat dasar sampai Perguruan tinggi) menganggap bahwa semua telah selesai dan tidak perlu belajar lagi. Sering juga orang mengatakan, “aku sudah tua, otakku tidak bisa berpikir lagi”. Wah, kalau otak tidak bisa berpikir, bagaimana ya???. Orang juga yang sudah mendapat pekerjaan yang mapan bahkan posisi yang tertinggi di salah satu instansi pemerintah atau swasta merasa sudah puas dan tidak perlu belajar lagi. Sekarang saja pemerintah memberi keringanan untuk biaya sekolah, tetap masih tidak mau belajar. Lucunya kebiasaan anak sekolah sekarang, lebih senang libur dari belajar. Jika dikatakan belajar, wajah cemberut!. Tetapi jika dikatakan libur, wah…senangnya minta ampun. Padahal biaya untuk sekolah tetap keluar. Saya juga teringat murid atau di salah satu sekolah menengah di Nias, dimana mereka  baru datang ke sekolah ketika pembagian pembagian dana BOS. Meski sakit sekalipun, dipaksakan datang..biasa..mengambil bantuan he..he…Terakhir, dengan pengumuman UAN baik tingkat menengah atas dan pertama ada sebagian siswa yang tidk lulus kecewa dengan stress, kecewa bahkan ada yang bunuh diri. Ada juga yang menyalahkan sekolah dan mengkambinghitamkan guru sebagai biang kerok kegagalan mereka. Padahal bisa saja mereka yang tidak sungguh-sungguh belajar. Selain itu dengan kegagalan ini bukan berarti belajar akan berhenti!. Justru kegagalan ini menjadi pemacu untuk semangat belajar dan belajar lagi sampai menerima hasil yang memuaskan.

Saudara yang kekasih,

Kisah Oma Ma di atas justru dapat menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa pendidikan itu berlangsung selama kita masih hidup dan diberi kekuatan untuk berpikir oleh Tuhan. Atau dapat dikatakan LONG LIFE EDUCATION ATAU PEMBELAJARAN SEUMUR HIDUP. Tidak melihat kondisi umur, fisik dan materi termasuk tempat belajar, yang penting belajar. Komponis besar Ludwig Van Bethoven adalah seorang yang bisu dan tuli, namun dia bisa belajar bermain musik dan menghasilkan karya besar. Belajar bukan hanya dengan membaca buku, namun juga belajar dari pengalaman dan kisah yang dialami setiap hari. Pdt. Dr. J.R. Hutauruk (Mantan Ephorus HKBP) pernah mengatakan di salah satu forum bahwa, “mari kita belajar seumur hidup. Mari kita setiap hari membaca buku kehidupan yaitu Pertama, Alkitab sebagai sumber inspirasi dan pembaru hidup rohani kita dan buku-buku “pelajaran” dari berbagai disiplin ilmu yang membangun pengetahuan kita, kedua, manusia (sesama) melalui sifat dan karakter kita dapat belajar. Ketiga, lingkungan termasuk alam dan makhluk hidup lain”

Dalam kesaksian Alkitab juga diberitahukan bagaimana Tuhan mengajar umat-Nya untuk belajar mengasihi-Nya seumur hidup untuk memperoleh berkat yang terus menerus pula. Proses pembelajaran itu adalah tugas orangtua yang mengajar anaknya dari kecil. Setelah anaknya besar, dia juga akan mengajarkan kepada keturunannya. Pembelajaran ini terus menerus berlangsung sampai “hidup masih dikandung badan” dalam setiap kondisi dan situasi bidang kehidupan. Ulangan 6:5-10 dituliskan, “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu”.

Bahkan untuk menjadi seorang pemimpin yang bijak dan takut akan Tuhan perlu beirman Tuhan secara terus menerus seumur hidup. Hal ini disampaikan Tuhan kepada orang Israel melalui pidato Musa dalam Ulangan 17:18-20 dikatakan, “Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi. Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya, supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel.” Intinya menjadi seorang pemimpin yang berhasil (baik dalam keluarga, gereja, masyarakat, termasuk memimpin diri sendiri) mesti belajar dan belajar terus sekaligus membaharui diri sehingga menjadi berkat bagi orang lain dan menjadi orang yang takut akan Tuhan seperti Raja Salomo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s