SAYANGILAH ANAK DAN HORMATLAH KEPADA ORANGTUA


Saudara yang kekasih di dalam Kristus,

Sekarang ini banyak orangtua mengeluh dengan tingkah laku anak mereka yang tidak menyenangkan hati orangtua terlebih hati Tuhan. Dari segi hubungan orangtua-anak kita melihat, Ada anak yang tidak mendengarkan nasehat orangtua. Ada anak yang melawan orangtua bahkan kata-kata mereka lebih tinggi dari orangtua. Bahkan ada yang tidak segan-segan memukul atau memaki orangtuanya. Dari segi tingkah laku, kita melihat ada anak yang bandel, hidup dengan narkoba, minuman keras, dll. Selain itu juga ada anak-anak yang tidak peduli dengan sekolahnya, hidup tawuran yang pada akhirnya bukan hanya merugikan dirinya sendiri, juga lingkungan dan terlebih orangtua. Dari segi kemajuan zaman, anak-anak sekarang lebih pintar dari orangtua. Bahkan dengan alat-alat tekhnologi yang serba canggih kadang-kadang kita sebagai orangtua kelabakan untuk mengikuti gaya hidup mereka. Mereka juga kadang mau untuk menipu orangtua karena lebih pintar mempergunakan alat tekhnologi dibanding orangtua (Komputer, internet, play station, dll).

Kita masih ingat bagaimana seorang anak inisial SW di Malang, baru berumul kurang lebih 4 bulan sudah bisa merokok dan bicara kotor (cabul). Melihat gejala ini tentu kita sebagai orangtua sangat bersedih dan tidak mau melihat masa depan anak kita hancur. Tidak ada seorangpun orangtua di dunia ini yang tidak ingin anaknya menjadi penjahat, gelandangan, gembel, dll. Setiap orangtua menginginkan anaknya berhasil. Tentu saja meskipun orangtua terdiri dari ayah dan ibu, namun dalam hal tingkah laku Amsal 10:1 dikatakan  “Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya”. Artinya ketika anaknya baik, selalu dikatakan, “siapa dulu dong bapaknya?”. “Anak bapaknya!!!”. Namun ketika anak tersebut jahat, maka dikatakan, “anak ibunya kok!!”, “ibunya kurang memberikan perhatian”.

Saudara yang kekasih

Anak adalah dambaan setiap keluarga. Untuk itu ada kesan keluarga kurang sempurna jika tidak punya anak. Meskipun demikian tidak bisa kita katakan juga bahwa orang yang tidak punya anak tidak bahagia. Jika kita tetap mengucap syukuir kepada Tuhan, maka kebahagiaan ada dalam keluarga kita.

Namun tanpa disadari sering juga orangtua kurang peduli dengan perkembangan kepribadian anaknya. Diberi materi banyak, namun kurang perhatian. Bahkan ada orangtua yang tega “memakai jasa” anaknya untuk kepentingan orangtua seperti meminta-minta dipinggir jalan, mengamen, padahal orangtua tenang di rumah. Belum lagi faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi perkembangan anak.

Sekarang tugas kita sebagai orangtua adalah bagaimana mengasihi dan mengajar anak yang diberikan Tuhan kepada kita agar mereka hidup sesuai dengan hukum Tuhan.

Pertama, mengajar mereka dari kecil tentang Firman Tuhan (Ul. 6:5-10). Anak diajar untuk berdoa, mencintai Alkitab dan juga mendengar Firman Tuhan melalui sekolah minggu.

Kedua, menegur mereka bila salah. Ada kesan sekarang orangtua memanjakan anak-anak dengan memberikan apa saja yang mereka minta. Ini kurang baik. Karena berdampak buruk kelak ketika mereka menjadi besar. Ketika mereka salah, maka setiap orangtua wajib untuk menegur dan menasehati mereka.

Ketiga, berdoa buat mereka. Orangtua juga wajib untuk selalu berdoa bagi anaknya agar mereka dapat menjadi anak yang baik, yang tumbuh dalam iman kepada Tuhan dan menjadi anak yang taat kepada orangtua.

Keempa, mengasihi mereka, Efesus 6:4 dikatakan Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Saudara yang kekasih….

Orangtua juga adalah “wakil Tuhan” di dunia ini untuk mendidik dan mengajar anak dengan penuh kasih sayang agar menjadi anak yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Lalu sebagai anak, apa tindakan yang kita lakukan?. Keluaran 2:12 dan Ulangan 5:16 dikatakan “Hormatilah Ayah dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikanTUHAN, Allahmu, kepadamu”. Firman Tuhan hari ini mengajar kita satu hal bahwa pentingnya penghormatan kepada orangtua. Firman Tuhan ini adalah bagian dari 10 hukum taurat yang diberikan Tuhan kepada Musa untuk disampaikan kepada orang Israel di perjalanan dari Mesir menuju tanah perjanjian, Tanah Kanaan.

Apa yang menjadi pelajaran dari Firman Tuhan ini?

Pertama, menghormati orangtua adalah suatu perintah dari Tuhan. Ketika perintah dan larangan dari pemerintah misalnya pajak atau tanda-tanda di jalan raya kita masih bisa melanggar, namun perintah ini tidak bisa dibantah. Menghormati orangtua adalah wajib karena mereka adalah wakil Tuhan di dunia ini untuk memelihara anak yang merupakan milik Tuhan sendiri.  Anak sebenarnya adalah titipan Tuhan kepada orangtua. Jadi kita semua sebagai anak adalah titipan Tuhan kepada orangtua.  Menghormati ayah dan ibu bukan hanya sekedar menghormati sebagai orangtua atau sesama kita, tetapi menghormati mereka sebagai wakil dari Allah. Sebagaimana kita melayani Allah dengan hormat dan takut, maka wakil Allah yakni ayah dan ibu kita pun harus dihormati. Imamat  19:3 mengatakan “Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya dan memelihara hari-hari sabat-Ku; Akulah TUHAN, Allahmu.

Ayat firman Tuhan ini menempatkan menyegani orang tua sejajar dengan memelihara hari sabath. ini berarti betapa Tuhan memandang tinggi penghormatan terhadap orang tua sehingga disejajarkan dgn menghormati hari Sabath dan hukum yang lainnya.

Kedua, hukum kelima – menghormati orangtua adalah dasar dari hukum lainnya yang berhubungan dengan sesama. Bila kita melihat hukum taurat dibagi 2 bagian. Hukum 1-4 berhubungan dengan Tuhan. Hukum 5-10 berhubungan dengan sesama manusia. Namun bila melihat dari hukum 5-10 yang pertama adalah menghormati orangtua dulu baru disusul dengan menghargai dan mengasihi sesama seperti jangan mencuri, berzinah, membunuh dan keinginan akan milik sesama. Sikap kita terhadap orang tua kita itu mencerminkann karakter kita. mencerminkan bagaimana hubungan kita dengan sesama kita.

Ketiga, janji yang diberikan adalah panjang umur. Dengan menghormati orangtua, maka kita bukan hanya mendapatkan kebahagiaan namun juga akan diberikan umur yang panjang oleh Tuhan. Amsal 3:1-2 dikatakan “Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu”.

Saudara yang kekasih

Salah satu faktor panjang pendeknya umur orangtua adalah ditentukan baik-jahatnya kelakuan seorang anak. Ketika anak baik akan membawa sukacita bagi keluarga, namun ketika anaknya nakal akan membawa duka bagi orangtua. Di lain pihak sebagai orangtua memiliki kewajiban yang penuh dalam mendidik dan mengarahkan anak.

Tugas ini berat, namun bila kita serahkan ke dalam tangan Tuhan pasti akan mudah. Tuhan memberkati. Amin.

2 thoughts on “SAYANGILAH ANAK DAN HORMATLAH KEPADA ORANGTUA

  1. Trima kasih,sungguh kotbah yg penuh berkat.memang bener apa yg ditulis diseluruh Kitab Tuhan .Bahwa menghormati orang tua itu sangat penting,dan semua sebab akibatnya ada dalam Alkitab Firman Tuhan.Tuhan selalu ya dan Amien dan FirmanNya kekal selama-lamanya.setiap saya membaca dan merenungkanya siang dan malam selalu Tuhan memberikan jawaban yang sungguh luar biasa.Memang kengerian sebagai hukuman yg dilakukan anak yang tak hormat pada orangtuanya adalah benar.Maka saya selalu bersama-sama suami bekerjasama sebagai teman yang disatukan dalam pernikahan kudus untuk selalu mendoakan anak2,menegur baik keras atau ringan apabila memang itu membawakan jiwa mreka maka saya tak segan2 memanggil mereka berbicara dengan serius.Dan taklupa saya selalu mohon kpdNya untuk dimbimbing dalam mendidik anak2 kami

  2. Dengan hormat,

    Penjelesan diatas adalah kenyataan yang kita hadapi selaku orang tua, namum bila kita menysuri bebera keluarga walapun kita tidak bisa sebut secara umum, bahwa ada juga anak yg taat kepada orang tua dan Tuhan padahal orangtuanya sendiri tidak taat dan tidak jarang juga dinasehati tapi cukup pantun didalam bermasyarakat.

    Ini dapat di ibaratkan orang kaya dan miskin, tidak banyak orang kaya tapi tidak bisa memanfaatkan keyaannya untuk memajuka anaknya krn anaknya banyak ulah dan banyak juga yg berhasil dari keluarga yang serba kekurangan.

    yang menjadi pertanyaan dan tantangan bagi kita adalah bagaimana kita mendidik anak agar anak mau mendengarkan dan menjalankan arahan orangtua? yg sudah tentu orang tua juga harus taat dan jujur sesuai dengn arahan Tuhan, krn sakit rasanya hati kita jika kita sudah baik dan arahan telah jelas tapi realitanya terbalik.

    Demikian saya sampaikan
    salam dalam yesusn
    Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s