MENJADI BERKAT BAGI SESAMA


Ketika saya tiba di Nias beberapa waktu yang lalu, keluarga, teman-teman, bahkan mahasiswa yang kenal dengan saya seperti yang sudah lazim menanyakan oleh-oleh atau “buah tangan”. Namun jawaban saya yang utama adalah oleh-olehnya adalah saya dalam kondisi yang sehat saja he..he..Diantara yang bertanya kepada saya ada yang menanyakan apa ada makanan yang saya bawa? Ada juga yang lain (mahasiswa) bertanya apa membawa buku-buku dari Jakarta untuk dipinjam? Bahkan ada yang meminta buku dari saya..ada-ada saja…!. Tapi yang tercengang saya ketika seseorang (pemuda) dalam satu kesempatan pelayanan berkata kepada saya, “Pak Pendeta, senang sekali saya bisa berjumpa dengan bapak secara langsung. Selama ini saya hanya kenal melalui facebook. Trimakasih atas renungan dan doa yang bapak tuliskan di facebook dan blog bapak. Saya terberkati”. Bagi saya secara pribadi ini adalah satu sukacita tersendiri karena saya tidak memberikan sesuatu melalui materi  sebagai oleh-oleh bagi orang yang bertemu dengan saya, namun hanya melalui tulisan saya bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Selain itu saya teringat ketika saya memimpin satu kebaktian di salah satu jemaat dimana seorang pemuda yang cacat secara fisik (salah satu kakinya kurang normal) dengan tanpa malu  memberikan satu kesaksian lewat pujian. Dengan tanpa malu berkaitan dengan kondisi fisiknya dia bernyanyi didepan banyak jemaat yang notabene normal secara fisik. Jemaat yang mendengarnya tersentuh dengan lagunya. Bagi saya secara pribadi, saya juga terberkati dengan semangat pemuda ini dalam memberi kesaksian.

Saudaraku yang kekasih di dalam Tuhan. Kita adalah sahabat dari Tuhan Yesus. Dan Dia sendiri yang telah memilih kita untuk menjadi sahabat-Nya.  Yohanes 15:14-15 dikatakan “ Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku”. Tugas kita sekarang adalah meneruskan tugas-Nya memberitakan berita sukacita kepada semua orang sekaligus menjadi berkat bagi mereka.

Menjadi berkat bagi orang lain bukan hanya ketika kita memberi secara materi atau mengabarkan Injil lewat kata-kata (bagi orang yang berkepercayaan lain dari kita), melainkan melalui sikap dan perbuatan kita sehari-hari yang penuh kasih dan damai. Menjadi berkat bagi orang lain juga ketika kita mampu menerima kelemahan dan kelebihan mereka. Menjadi berkat juga ketika kita berdoa buat mereka. Menjadi berkat bagi orang lain bukan juga diukur dari segi fisik yang lengkap, hidup berkelimpahan, kaya, sempurna, dll melainkan ketika kita dapat memakai karunia yang kita miliki untuk menjadi sukacita bagi orang lain. Ludwig Van Bethoven, komponis Besar Belanda dari kecil sudah tuli dan bisu, tapi mampu menciptakan lagu yang indah dan terkenal sampai sekarang salah satunya K.J. No. 3  “Kami Puji Dengan Riang”. Ini menjadi pembelajaran bagi kita agar kelemahan yang kita alami kita tutupi dengan kelebihan yang kita miliki yang tentu saja kita pergunakan dalam terang kasih untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Menjadi berkat bagi orang lain bukan hanya pada saat dan waktu tertentu, melainkan dimana kita berada tetap membawa damai bagi orang lain melalui kata-kata, perbuatan, sikap dan kesetiaan kita kepada Tuhan. Dan inilah yang diharapkan Tuhan Yesus dari kita. Ketika kita menjadi berkat bagi orang lain maka berkat akan mengalir dalam hidup kita seperti dalam Yohanes 15:16-17 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Namun menjadi berkat bagi orang lain juga akan menghadapi banyak tantangan dan hambatan. Kadang-kadang dari orang yang iri melihat kebahagiaan dan kesuksesan yang kita miliki, atau mungkin dari orang yang dekat dengan kita. Namun ketika kita tetap teguh kepada prinsip yang kita miliki, justru itu akan menjadi alat untuk membantu mereka (orang yang tidak menyenangi diri kita) terberkati. Maukah kita menjadi berkat bagi orang lain?. Mari kita jawab didalam diri kita masing-masing. Tuhan memberkati.

2 thoughts on “MENJADI BERKAT BAGI SESAMA

  1. iya,artikel nich bener bener membangun bgt,..
    kita harus bisa menjadisaluran berkat bagi setiap orang di sekitar kita,..
    kita lakukan apa yang saat ini masih bisa kita laukakn,karna pada suatu saat nanti bisa saja ada hal yg membuat jdi gak bis amenolng sesama,apa yg kita lakukan sekarang untuk membantu dan memberkati orang lain saat ini,kita gak boleh sis siain karna hari ini gak akan pernah kembali kanpa pun,..
    makasih buat artikelnya,GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s