MENGHARGAI SEMUA ORANG TANPA MEREMEHKANNYA (Belajar Dari Piala Dunia 2010)


Sekarang ini dunia sedang sibuk dengan Sepakbola Piala Dunia 2010 yang dilaksanakan di Afrika Selatan. 32 negara terbaik dari semua benua yang telah melewati babak kualifikasi yang penuh perjuangan beradu kekuatan dan strategi menuju mahkota juara. Tim-tim unggulan yang sudah berpengalaman seperti dalam pertandingan internasional diprediksi akan dengan mudah lolos kebabak berikutnya.  Brazil dengan goyangan Samba-nya, Tango Argentina,  Panser Jerman si spesialist turnamen, The Tree Lions Inggris, La Furia Roja Spanyol dengan bekal juara Eropa 2008, diperkirakan akan bersaing menjadi yang terbaik. Meski dianggap tim tua, namun si Juara Bertahan, Itali dan Le Blues (Si-Biru), Perancis, Porutugal dengan “mega bintangnya”, Christiano Ronaldo juga perlu diperhitungkan. Tentu saja tuan rumah Afrika Selatan  perlu dipertimbangkan kekuatannya. Sementara itu tim-tim yang dianggap masih muda berpengalaman seperti Selandia Baru, Slovenia, Aljazair, dll dianggap hanya sebagai pengembira turnamen dan sebagai lumbung gol.

Namun kenyataan dilapangan kejutan banyak terjadi!. Brazil dengan susah payah mengalahkan Korea Utara. Inggris dengan pemain-pemain dari liga nomor satu di dunia dalam dua pertandingan pertama tertahan oleh AS dan Aljazair. Selandia Baru yang dianggap remeh oleh Itali, justru mencuri point dengan bermain imbang. Yang lebih parah Spanyol dikalahkan Swiss. Kejadian serupa terjadi dengan Perancis yang tertahan Uruguay dan Meksiko. Jerman yang dipertandingan pertama melawan Australia bermain gemilang dan diprediksi akan mengalahkan dengan mudah Serbia, justru harus gigit jari dikalahkan 1-0 dengan Klose dikartumerah dan Podolski gagal mengeksekusi pinalti. Justru Korea Selatan, Jepang, Chili, dan wakil Afrika melaju meskipun perjalanan masih panjang dan berliku.

Kejadian ini sebagian besar terjadi karena ada sikap menggangap remeh lawan. Dengan perasaan memiliki keyakinan yang berlebihan, kekuatan penuh, pemain bintang yang diasah dikompetisi besar, dukungan dari seluruh rakyat menganggap lawan tidak ada apa-apanya. Sikap egois dari para bintang dengan ingin menjadi yang terbaik seakan melupakan kesatuan tim. Sehingga benar pepatah mengatakan, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Akhirnya ketika kegagalan yang datang, sikap saling menyalahkan muncul seperti yang terjadi di tubuh tim Perancis. Wasit juga dijadikan kambing hitam dari kekalahan yang diterima.

Apa yang terjadi di Afrika Selatan sekarang ini seakan menggambarkan kehidupan kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan. Sering sekali dalam kehidupan persekutuan (termasuk dalam gereja) terjadi “gap” diantara orang yang punya dengan yang tidak punya. Ada kalanya muncul perasaan dengan memiliki materi menganggap dirinya dapat membeli segala sesuatu termasuk harga diri orang lain. Dengan memiliki kuasa dan jabatan, sering menganggap remeh orang lain yang memiliki pekerjaaan rendah. Padahal tanpa disadari tanpa mereka belum tentu juga kita akan sukses. Mis. Seorang pengusaha sukses berhasil bukan hanya karena strategi, namun juga karena karyawan termasuk para buruh yang bekerja di dalamnya.

Perbedaan budaya dan sosial dengan prinsip orang asli dan pendatang sering dijadikan tameng untuk membenarkan keyakinannya. Perbedaan gender juga dijadikan sebagai tolok ukur dalam pengambilan keputusan. Dengan kondisi ini kadangkala membuat pelayanan gereja berpihak kepada orang-orang tertentu. Orang diukur dari strata ekonomi sosial.  Yang dianggap memiliki jasa yang besar melalui bantuan materi yang diberikan untuk gereja. Sementara kepada orang-orang yang dianggap kurang mampu, kurang diberikan perhatian. Padahal gereja adalah dari, oleh dan untuk semua orang.

Dalam kesaksian Alkitab persoalan ini juga muncul di Galatia. Perbedaan budaya, gender, ekonomi dikedepankan. Itulah sebabnya Paulus memberikan nasehat dalam Galatia 3:26-29 “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah”. Dengan demikian semua orang yang telah percaya kepada Kristus adalah anak-anak Kristus sendiri tanpa melihat perbedaan. Berkat yang diterima juga adalah sama yakni sama-sama sebagai keturunan Abraham dan menerima janji Allah.

Perbedaan tetap ada, namun itu jangan dijadikan sebagai “alat” untuk melecehkan, merendahkan kemampuan orang lain justru dijadikan sebagai kekuatan yang membangun dan menjadi berkat bagi orang lain. Setiap manusia diberikan karunia yang berbeda. Itu kata Paulus dalam Roma 12:6-8 “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita”. Kita pakai karunia ini untuk membahagiakan diri kita sekaligus menjadi berkat bagi sesama.

Setiap saat, setiap waktu kita menghadapi “lawan” dalam hidup ini seperti tantangan dalam pekerjaan, godaan materi, anak-anak yang kurang bisa diatur, masalah kebutuhan, masalah pekerjaan, masalah hubungan dengan sesama. Jangan kita menganggap enteng dan remeh. Justru kita tetap siap menghadapinya dengan kesabaran, ketabahan dan keyakinan yang teguh kepada prinsip kebenaran yang sesuai kehendak Tuhan. Semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s