Dihadiri Sekira 10 Ribu Masyarakat Nias Menteri Agama RI Resmikan Pembukaan Persidangan Majelis Sinode BNKP Ke-55 di TD Pardede Hall


Berita Utama, Harian Sinar Indonesia Baru by Redaksi on Juni 28th, 2010

(Dirjen Bimmas Kristen Kementerian Agama RI DR Yason Lase MA memukul gong dibukanya Persidangan Majelis Sinode ke-55 BNKP, Minggu (27/6) di TD Pardede Hall Medan. Tampak mendampingi Ketua Umum Panitia Drs Penyabar Nakhe, Ketua PGI Pusat Pdt DR AA Yewangoe, Ephorus BNKP Pdt Kalebi Hia MTh, Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM, sejumlah Kepala Daerah di Kepulauan Nias dll) (Foto SIB/ Horas Pasaribu)

Medan (SIB)

Menteri Agama RI Drs Surya Dharma Ali diwakili Dirjen Binmas Kristen DR Yason Lase MA meresmikan pembukaan Persidangan Majelis Sinode Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNK) ke 55 ditandai dengan pemukulan gong yang sebelumnya pembukaannya dilakukan Ephorus BNKP Pdt Kalebi Hia MTh di TD Pardede Hall Medan, Minggu (27/6).

Acara pembukaan persidangan yang untuk pertama kalinya dilakukan di luar Nias setelah 54 kali persidangan dilakukan di dataran Nias itu dihadiri sekira 10 ribu masyarakat Nias di Medan, Nias dan daerah lainnya serta para pejabat pusat, Sumut maupun dari Nias, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Pejabat yang hadir itu diantaranya Gubsu Syamsul Arifin SE, Ketua DPRDSU H Saleh Bangun, Ketua Umum PGI Pusat Pdt Dr AA Yewangoe, mewakili persekutuan gereja di Asia (UEM Asia) Sonya Parera mantan Ephorus HKBP Pdt DR SAE Nababan, Ketua Umum PGI Sumut diwakili JA Fernandus (ketua I) bersama Sekum Pdt Dr Langsung Sitorus, Bupati/Walikota dari 4 Kabupaten di Nias dan Walikota Gunung Sitoli, anggota DPD Parlindungan Purba SH, tokoh masyarakat Nias Firman Jaya Daely, Ka Kanwil Kementrian Agama Sumut diwakili Binmas Kristen Drs Hasudungan Simatupang MPd, anggota DPRDSU asal Pemilihan Nias dan Nias Selatan, anggota DPRD dari Nias.

Pembukaan persidangan yang mengangkat thema “Tuhan bekerja mendatangkan shalom bagi semua orang untuk membangun persekutuan yang kokoh demi pertumbuhan gereja-Nya” serta sub thema “Dengan semangat persaudaraan sejati di dalam Kristus, BNKP terpanggil mengokohkan persekutuan yang indah dan tersusun rapi dalam menunaikan tugas panggilan kepada semua orang dan segala makhluk” tersebut berlangsung meriah diisi dengan berbagai seni budaya Nias seperti tarian Moyo. Pejabat yang datang disuguhi atraksi lompat batu (hombo batu) dibawakan putra-putra Nias dari Furai pimpinan mantan anggota DPRDSU Aliozisokhi Fau SPd.

Selain itu para peserta dan undangan yang hadir juga disuguhi pagelaran operet yang menceritakan bagaimana kondisi masyarakat Nias dahulu hingga masuk perkabaran Injil yang disampaikan Deninger seorang berkebangsaan Jerman 27 September 1865 serta penampilan paduan suara consolatio. Susunan dan tampil acara apik dan menarik yang dikemas panitia tersebut berulang kali mendapat sambutan dan tepuk tangan berulang dari para hadirin.

Menteri Agama RI Surya Dharma Ali dalam sambutannya yang dibacakan Yason Lase mengharapkan, pelaksaan persidangan sinode jangan dijadikan untuk rehat dari tugas-tugas yang ada, tetapi untuk mengevaluasi tugas-tugas yang sudah dilakukan dan menetapkan program kerja ke depan sebagai bentuk sumbangsih gereja BNKP kepada bangsa dan negara. BNKP katanya telah memberikan kontribusi dalam kehidupan keagamaan dan menyelesaikan permasalahan yang muncul di tengah-tenagh masyarakat. Diakhir sambutannya Menteri Agama menyampaikan beberapa pesan diantaranya agar mengimplementasikan visi dan misi organiasi gereja di tengah-tengah masyarakat, gereja harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan agara terpelihara dengan baik diantara sesama umat beragama, gereja harus memberikan pembinaan moral, etika, akhlak kepada generasi muda sebagai penerus bangsa sehingga terhindar dari degradasi moral.

Sementara Gubsu Syamsul Arifin dalam sambutannya mengatakan, Nias yang saat ini telah dimekarkan menjadi 4 kabupaten dan 1 kota seperti seorang gadis yang baru tumbuh dan ingin didekati banyak orang. Untuk itu Gubsu mengingatkan seluruh kepala daerah di Nias agar mengelola Nias secara baik dan professional serta dekat kepada Tuhan. Dalam pelaksanaan persidangan Majelis Sinode, Gubsu mengajak seluruh tokoh-tokoh agama Nias harus saling bahu membahu bersama-sama dengan pemerintahnya. Menurut Gubsu, kondisi tetap aman karena peran serta para tokoh-tokoh agama. “Kita boleh berbeda-beda, suku, agama, ras, tetapi tetap dalam satu bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Gubsu. Seperti selalu disampaikan dalam sambutannya pada sejumlah acara kegiatan keagamaan Kristen lainnya, pada acara itu Gubsu juga berpesan kepada seluruh masyarakat Nias agar jangan menjadi seperti Judas yang menghianati pemimpinnya, tetapi jadilah seperti Daniel, meskipun dimasukkan ke dalam kandang singa tetapi singa tersebut berhasil ditaklukkannya. “Kalau ada orang yang berbuat jahat kepada kita, ataupun tak senang dengan perbuatan baik yang kita lakukan, ada satu yang harus kita ingat perkataan Tuhan Yesus “ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuatan”, kata Gubsu.

Ketua Umum PGI Pusat dalam sambutannya mengatakan, tugas gereja sangat kompleks di tengah-tengah masyarakat, dan harus turut serta memperjuangkan berbagai hal diantaranya memperjuangkan masyarakat sipil society sehingga adanya keseimbangan antara negara dan masyarakat, memperjuangkan demokrasi, memperjuangkan tegaknya hukum dan keadilan.

Sementara perwakilan dari UEM Asia Sonya Parera dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan persidangan sinode patut dicatat dalam sejarah karena pertama kali dilaksanakan di luar Nias. BNKP yang sekarang ini telah mengalami perubahan dibandingkan pada tahun 1995 lalu. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, tangan Tuhan senantiasa dan selalu menopangnya.

Sebelumnya Ketua Umum Panitia Drs Penyabar Nakhe dalam sambutannya mengatakan, pengangkatan thema persidangan sinode itu mengundang makna akan eratnya hubungan secara vertikal antara kasih Allah sang pencipta semesta alam kepada dunia dan isinya, terutama kepada umatnya manusia untuk melaksanakan kehidupan yang berkenan kepadaNya.

Suasana kebersamaan acara pembukaan itu, katanya memiliki makna buat gereja dan warga BNKP agar semakin dikenal di Sumatera Utara bahwa di Indonesia meskipun kepulauan Nias sudah dikenal dalam pemerintahan di Indonesia dan internasional karena digoncang gempa dhasyat 28 Maret 2005 lalu yang sering disebut “sengsara membawa nikmat”.
Menurutnya, pelaksanaan persidangan majelis sinode BNKP ke-55 tahun 2010 efektif dilakukan pada 28 Juni hingga 2 Juli 2010 di Hotel Danau Toba Medan yang dihadiri sekira 500 peserta dengan tujuan yang akan dicapai “Dewasa dalam iman, tertata dalam organisasi dan mandiri dalam misinya.

Sebelum acara pembukaan secara nasional, terlebih dahulu dilaksanakan kebaktian raya. Pdt DR SAE Nababan dalam khotbahnya mengatakan, iman percaya kita harus senantiasa bertumbuh dan menjadi dewasa seperti yang diharapkan Tuhan Yesus Kristus. Iman yang bertumbuh itu katanya dapat menghasilkan buah. “Tanda-tanda iman yang bertumbuh memiliki panca indera yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik”, katanya. Menurutnya, kedewasaan dan pertumbuhan iman tersebut sangat diperlukan dalam organisasi gereja dan merupakan dasar dari kemandirian. Dengan kata lain, kemandirian adalah kunci bahwa gereja itu sudah bertumbuh dalam iman dan tertata dalam organisasi.

Sementara Ephorus BNKP Pdt Kalebi Hia MTh dalam sambutan dan penggembalaan BPHMS BNKP mengatakan, pelaksanaan persidangan majelis sinode ke 55 tahun 2010 ini merupakan peristiwa penting dalam sejarah BNKP. Sebab sejak zaman zending dan setelah BNKP berdiri, baru pertama kali dilaksanakan di luar pulau Nias yakni di kota Medan. Tujuannya bukan untuk unjuk kehebatan, dan bukan sekedar menghambur-hamburkan apalagi untuk sekedar jalan-jalan.

Persidangan kali ini katanya untuk menyadarkan kita diantaranya bahwa meskipun BNKP bercirikan gereja suku, tetapi tidak terkurung hanya dalam kepulauan Nias, melainkan telah menyebar di berbagai pelosok tanah air. Konteks perjuangan BNKP dan pelayanan BNKP tidak hanya kepulauan Nias, melainkan konteks ke-Indonesiaan, bahkan konteks dunia yang telah dan terus menglobal dalam segala dimensi kehidupan manusia. (M-14/g)

http://hariansib.com/?p=128254

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s