“AKU SEORANG ASING DAN KAMU MENYAMBUTKU” (Refleksi dari Imamat 19 dan Mat. 25:31-45)


Oleh Pdt. Gustav Harefa

Saudara-saudara yang terkasih, jika ditanya kepada kita semua, APA TUJUAN AKHIR HIDUP KITA? Tentu sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, jawaban kita pasti sama ‘MENDAPATKAN KEHIDUPAN YANG KEKAL DI DALAM YESUS”.  Pertanyaan kemudian muncul adalah siapakah orang-orang yang berhak mendapatkan hidup yang kekal tersebut? Umumnya ada yang mengatakan 1). Memiliki iman kepada Yesus (bnd. Yoh. 5:24 “percaya” dan ay. 29 melakukan); 2) Mampu mengadakan mujizat atau kesembuhan ilahi; 3) Banyak menderma – kasih karitatif; 4). Aktivis dalam gereja (pelayan) – personal; 5). Aktif dalam kegiatan gereja dan spiritual mis. ke gereja, PA, dsb.

Semua jawaban ini adalah sah-sah saja. Persoalan yang muncul adalah untuk apa memiliki iman, namun tidak memiliki kasih atau sebaliknya dia memiliki kasih, namun tanpa iman. Hati-hati Yesus memberi peringatan dalam Mat. 7:21-23, 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Namun dalam Firman Tuhan ini justru Yesus memberikan satu jawaban yang lain yaitu 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Secara sederhana dapat kita katakan bahwa maksud Yesus adalah bagaimana kita mampu memadukan kepercayaan kita yang sungguh-sungguh kepada-Nya melalui sikap dan tindakan kita terhadap sesama dengan kesungguhan hati (Yak. 2:17).

 Saudara yang terkasih…

Firman Tuhan hari ini yang juga merupakan renungan dalam pelaksanaan HDS di seluruh dunia  adalah bagian dari khotbah Yesus yang terakhir kepada murid-murid-Nya sebelum Ia DITANGKAP, DISIKSA, DISALIBKAN, MATI DAN DIKUBURKAN.  Firman ini berhubungan dengan apa dan bagaimana tanda-tanda kedatangan Yesus yang kedua kali (pasal 24-25:1-30)? Serta siapa orang yang berhak menerima KEHIDUPAN YANG KEKAL ketika Yesus peristiwa tersebut terjadi seperti yang kita renungkan hari ini.

Pada ay. 31-33 dijelaskan bagaimana suasana ketika Tuhan mengadakan pengadilan terakhir di mana DIA DUDUK DI ATAS TAKHTA-NYA YANG MULIA” dan DIA MENGUMPULKAN SEMUA MANUSIA DARI SELURUH BANGSA. Setelah itu DIA memisahkan mereka seperti domba dan kambing. Domba di sebelah kanan sebagai simbol orang-orang yang diberkati dan menerima KEHIDUPAN YANG KEKAL, sementara di sebelah kirinya berdiri semua manusia yang disimbolkan dengan kambing yang menerima kematian yang kekal. Sebenarnya bagi orang Israel, istilah domba dan kambing ini hal yang biasa karena mereka kebanyakan beternak kedua binatang ini. Pada siang hari, keduanya disatukan dalam mencari rumput. Akan tetapi, pada malam hari, mereka dipisahkan karena kambing tidak suka cuaca dingin (air), sementara domba mau yang sejuk. Gambaran penghakiman manusia seperti domba dan kambing juga telah dinubuatkan dalam Yehezkiel  34::17 “Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan”.

Pertanyaan adalah SIAPA SAUDARA KITA YANG PALING HINA TERSEBUT? Dalam 36-37 memberi penjelasan adalah bagi orang 1) yang lapar, 2) yang haus, 3) yang asing, 4) yang telanjang, 5) yang sakit, 6) yang di dalam penjaran. Dalam konteks Yahudi pada saat itu, orang-orang ini tidak perlu dikasihani. Mereka perlu dikucilkan dan dianggap sebagai orang asing. Namun bagi Yesus mereka adalah orang-orang yang mulia dan berharga.

Saudara yang terkasih…

Bagaimana caranya? Yesus berkata “SEGALA SESUATU YANG KAMU LAKUKAN” Melakukan apa? 1) Kepedulian. Orang mengartikan peduli dalam arti memberi sumbangan. Padahal peduli jauh maknanya, PRIHATIN, MEMBELA, MENGINDAHKAN, MENGHARGAI, MENCUKUPI, MELINDUNGI, MEMELIHARA, MERAWAT, 2). Kasih yang tulus. Dalam pengertian, meskipun ada kepedulian, namun tidak dibarengi dengan kasih maka semuanya sia-sia. 3). Menyatakan Kristus lewat hidup.  

Kita masih ingat bagaimana seorang kaya datang ke Yesus dan menanyakan bagaimana supaya dia memperoleh hidup yang kekal? Yesus berkata Juaallah segala milikmu dan berikan kepada orang miskin dan ikutlah aku (Mat. 19:16-21). Sebenarnya Yesus tahu bahwa orang ini SANGAT PELIT DAN TIDAK ADA KEPEDULIAN TERHADAP SESAMA. Ketika kita sungguh-sungguh melakukannya maka kita menerima berkat, sementara jikalau tidak maka kita akan mendapatkan KEMATIAN YANG KEKAL (ay. 46).

Saudara yang terkasih,

Hari ini kita melaksanakan Hari Doa Sedunia. HDS diprakarsai oleh sekelompok perempuan awam gereja Presbiterian yang sangat prihatin melihat keadaan buruk yang dialami para imigran Afrika yang menjadi budak belian di Amerika Serikat. Pada tahun 1887, Mary Ellen James, Presiden dari Presbiterian Woman’s Executive Committee for Home Mission dengan beberapa perempuan dari negara tersebut berkumpul untuk mendoakan Pekabaran Injil di negara mereka. Tidak berapa lama kemudian kaum perempuan dari berbagai denominasi bergabung dengan perayaan yang disebut “Hari Doa Tahunan Bagi Rumah Missi”. Dengan bergulirnya waktu, mereka merasa bahwa mereka harus berdoa bukan saja bagi negerinya sendiri melainkan juga untuk pemberitaan Injil di seluruh dunia. Sehingga ditetapkan setiap minggu pertama maret tahun berkenan diadakan HDS.

Tahun ini  Tema adalah “Aku Seorang Asing dan Kamu Menyambutku” dengan fokus di Perancis. Orang asing adalah : 1) Yang datang dari bangsa lain / yang punya hubungan dengan negara lain 2). Yang bukan anggota / tidak ada hubungan dengan siapapun 3). Orang tanpa ada keluarga  4). Seseorang yang bukan dari negeri di mana pria/wanita tinggal. Memang, di eropa barat sekarang persoalan yang muncul adalah banyaknya pendatang khususnya dari Afrika dan Eropa Timur. Ini membuat munculnya para gelandangan dan berakibat kepada kriminalitas. Akan tetapi, tema ini sebagai kritikan bahwa mari menyambut mereka. Kita juga adalah orang asing di dunia ini. Untuk itu mari kita saling menyambut satu dengan yang lain dengan adanya kepedulian. Untuk itu mari kita merenungkan Mat. 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s