Kebangkitan Kristus dan Iman Kristen (Renungan Efesus 2:4-8)


GMI Anugerah - CopyMendengar orang meninggal, itu hal yang lumrah dan biasa. Apa dan bagaimanpun caranya, semua orang di dunia ini pasti mengalami apa yang disebut dengan kematian. Akan tetapi, mendengar orang yang meninggal lalu hidup kembali, itu baru cerita yang luar biasa. Bahkan di sepanjang sejarah, sepengetahuan saya tidak pernah mendengar manusia meninggal lalu bangkit kembali. Memang di dalam Alkitab, ada beberapa orang yang meninggal, lalu hidup kembali. Misalnya, Lazarus saudaranya Maria dan Marta (Yoh. 11: 14, 43-45). Namun, itu semua karena kuasa dari Yesus Kristus. Sementara orang yang bisa hidup oleh karena kemampuan dirinya sendiri, tidak pernah ada. Hanya satu orang yang mampu melakukan itu, yaitu Yesus Kristus!

Memang, kebangkitan Yesus adalah berita yang paling menghebohkan pada saat itu. Banyak spekulasi yang berkembang tentang berita kebangkitan-Nya. Kelompok  ahli Taurat yang menyalibkan-Nya, menyebar isu bahwa murid Yesus telah mencuri mayat-Nya (Mat. 28:12-13). Sementara itu, murid-murid-Nya tidak percaya dengan kebangkitan-Nya. Terlebih, Tomas yang dengan “kekerasan hatinya” menegaskan bahwa sebelum melihat bekas paku di telapak tangan Yesus dan mencucukkan jarinya di bekas paku tersebut, dia tidak akan pernah percaya sekalipun (Yoh. 20:25-28).  Apapun percakapan orang pada saat itu, yang jelasnya Yesus benar-benar bangkit dari antara orang mati.

Kebangkitan Yesus adalah wujud anugerah Tuhan di dalam kehidupan manusia. Itulah penegasan dari Firman Tuhan hari ini (Ef. 2:4). Kebangkitan-Nya memberi penegasan bahwa kuasa maut tidak dapat mengalahkan kuasa-Nya. Kebangkitan-Nya juga membawa keselamatan kepada setiap orang di dunia ini yang telah mati akibat dosa (Ef. 2:5). Pertanyaannya sekarang, apakah kuasa kebangkitan Yesus itu diterima oleh setiap orang? Tidak, yang menerima hanyalah mereka yang beriman kepada-Nya.  Iman adalah wujud penyerahan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Memang, Yesus sekarang tidak ada secara fisik. Akan tetapi, iman kita yang terus memampukan kita untuk selalu yakin bahwa Ia ada dan bersama kita selalu sampai kepada akhir zaman. Tanpa kebangkitan Yesus, maka sia-sialah kesaksian pemberitaan Firman dan sia-sia juga iman kita. Hal ini telah ditegaskan Paulus dalam I Kor. 15:14, “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu”. Apa pengharapan yang diberikan bagi kita? Bagi yang percaya akan kebangkitan Yesus, kelak akan diberikan tempat di Sorga, yang abadi.

 * By. Gustav Harefa. Renungan Yang Dimuat di Warta Jemaat GMI Jemaat Anugerah, Daan Mogot, Jakarta, Minggu, 08 April 2013.

2 thoughts on “Kebangkitan Kristus dan Iman Kristen (Renungan Efesus 2:4-8)

  1. “Luar biasa pekerjaan Tuhan lewat Firman yang disampaikan hambaNya di GMI Anugerah – Jakarta. Kami berdoa supaya Pdt. Gustav Harefa, kiranya dipakai semakin dahsyat oleh Tuhan dan nama Tuhan dimuliakan lewat pelayanan hambaNya…”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s